BATURAJA TIMUR – Semangat Pemerintah Desa Terusan dalam menjaga keasrian lingkungan harus terbentur tindakan tidak terpuji oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab. Sebuah baliho besar berisi himbauan larangan membuang sampah sembarangan ditemukan dalam kondisi rusak parah pada Kamis pagi, 5 Februari 2026. Padahal, fasilitas publik tersebut baru saja selesai dipasang satu minggu yang lalu di titik strategis jalan utama guna menjaga estetika dan kesehatan warga di wilayah Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Insiden perusakan ini pertama kali terdeteksi oleh perangkat desa saat melakukan pemantauan wilayah rutin. Baliho yang mulanya berdiri gagah sebagai media edukasi kini tampak robek dan tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Kejadian ini langsung memicu reaksi keras dari Kepala Desa Terusan, Kojim, yang selama ini dikenal sangat vokal dan berkomitmen penuh dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, serta bebas dari tumpukan sampah liar yang kerap mengganggu pemandangan.
Motif di balik perusakan ini diduga kuat karena adanya resistensi atau ketidaksenangan oknum tertentu terhadap aturan ketat pembuangan sampah yang sedang digalakkan pemerintah desa. Meskipun identitas pelaku belum teridentifikasi secara pasti, tindakan vandalisme ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap upaya kolektif warga yang sedang berbenah. Dampak dari kerusakan ini dikhawatirkan dapat menurunkan kewibawaan aturan desa jika tidak segera diambil tindakan tegas terhadap pelakunya.
Menyikapi tantangan tersebut, Pemerintah Desa Terusan tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah hukum serta preventif. Kojim menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap dalang di balik perusakan fasilitas umum tersebut. Pihak desa akan memaksimalkan penggunaan teknologi keamanan yang telah diinvestasikan sebelumnya untuk menjaga ketertiban wilayah secara menyeluruh dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Langkah konkret yang kini tengah berjalan adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh rekaman CCTV yang terpasang di area kantor desa serta beberapa titik pantau strategis lainnya di sepanjang jalan utama. "Saya selaku Kades Desa Terusan akan terus melakukan pengawasan ketat. Kami akan mencari oknum tersebut melalui bukti visual dari CCTV agar ada pertanggungjawaban nyata atas kerusakan yang telah terjadi," tegas Kojim saat memberikan konfirmasi resmi kepada awak media di lokasi kejadian.
Peristiwa ini terasa sangat menyakitkan bagi warga setempat mengingat Desa Terusan merupakan salah satu desa yang paling konsisten dalam mengupayakan kebersihan lingkungan di Kabupaten OKU. Setiap hari Minggu, masyarakat rutin bahu-membahu melakukan gotong royong untuk membersihkan drainase dan area publik. Tindakan perusakan ini pun seolah menjadi tamparan keras bagi semangat kebersamaan warga dan membuktikan bahwa masih ada segelintir orang yang tidak memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam desa.
Dukungan moral juga datang dari Babinsa Desa Terusan, Riko Saputra, yang memberikan atensi khusus terhadap kasus vandalisme ini. Menurutnya, menjaga fasilitas publik dan kebersihan lingkungan adalah amanah kolektif yang harus diemban oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya beban perangkat desa atau aparat keamanan semata. Sebagai pendamping desa binaan, Riko berkomitmen membantu pihak desa dalam memastikan situasi tetap kondusif dan tertib dari segala bentuk gangguan sosial maupun tindakan kriminal ringan.
Menutup keterangannya, Riko Saputra mengajak seluruh warga untuk menjadikan insiden ini sebagai momentum untuk meningkatkan rasa memiliki terhadap desa. "Desa Terusan ini adalah rumah kita bersama, maka mari kita jaga kebersihan dan ketertibannya secara kolektif. Jangan biarkan kerja keras kita dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya. Pihak pemerintah desa berharap pelaku segera ditemukan untuk diberikan sanksi atau teguran keras guna memberikan efek jera bagi siapapun yang mencoba merusak fasilitas umum.
(A)