Perkuat Akuntabilitas, Karutan Baturaja Bedah Capaian Kinerja 2025 dan Target Strategis 2026

Februari 05, 2026 WIB Last Updated 2026-02-05T14:47:32Z

BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja secara resmi memaparkan evaluasi mendalam atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus memetakan strategi baru untuk tahun 2026. Pemaparan ini disampaikan langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Baturaja dalam Rapat Koordinasi Capaian Kinerja Tahun 2025 dan Penyusunan Rencana Aksi Tahun 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan pada Kamis (5/2/2026) sebagai bentuk tanggung jawab instansi terhadap publik dan organisasi.

Langkah ini diambil sebagai wujud nyata komitmen Rutan Baturaja dalam mendukung penguatan tata kelola pemasyarakatan yang berkelanjutan di wilayah Sumatera Selatan. Dalam forum tersebut, Karutan menekankan bahwa transparansi bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pemasyarakatan. Rapat ini juga menjadi wadah krusial untuk memastikan bahwa setiap sumber daya yang digunakan memberikan dampak positif bagi pembinaan warga binaan.
Selama jalannya rapat, Karutan Baturaja merinci satu per satu indikator kinerja utama yang telah berhasil dicapai selama setahun ke belakang. Capaian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari efektivitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan, pengelolaan anggaran yang akuntabel, hingga inovasi layanan kunjungan yang semakin memudahkan masyarakat. Evaluasi ini dilakukan secara kritis untuk menemukan celah yang masih perlu diperbaiki agar tidak terulang di masa mendatang.

Tidak hanya menoleh ke belakang, Karutan juga memaparkan target kinerja tahun 2026 yang lebih menantang. Arah kebijakan tahun ini difokuskan pada penguatan integritas pegawai dan digitalisasi sistem pelayanan guna meminimalisir potensi penyimpangan. Karutan menegaskan bahwa rencana aksi yang disusun bukan sekadar formalitas dokumen, melainkan pedoman teknis yang harus diimplementasikan oleh seluruh jajaran di setiap unit kerja.
Sesi pemaparan tersebut berlangsung interaktif, di mana setiap pencapaian disandingkan dengan tantangan nyata di lapangan. Karutan menjelaskan bahwa dinamika pemasyarakatan di tahun 2026 memerlukan respons yang lebih cepat dan tepat. Hal ini dilakukan agar Rutan Baturaja mampu beradaptasi dengan standar pelayanan publik terbaru yang ditetapkan oleh Kementerian, terutama dalam hal perlindungan hak asasi manusia bagi para warga binaan.

Lebih jauh, rapat koordinasi ini berfungsi sebagai jembatan untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antar satuan kerja pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Sumatera Selatan. Dengan adanya kesamaan persepsi antar pimpinan satuan kerja, diharapkan terjadi pertukaran inovasi dan dukungan teknis yang saling menguatkan. Kolaborasi ini dianggap vital agar setiap kebijakan yang diturunkan dari pusat dapat dieksekusi secara selaras dan merata di seluruh daerah.
Tujuan akhir dari penyusunan rencana aksi ini adalah menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang lebih humanis dan berorientasi pada kualitas. Karutan Baturaja berharap, melalui evaluasi yang jujur dan perencanaan yang matang, seluruh personel Rutan Baturaja semakin solid dalam bekerja. Semangat profesionalisme diharapkan tetap menjadi napas utama dalam memberikan pelayanan, baik kepada warga binaan maupun kepada masyarakat umum yang memerlukan akses informasi.

Menutup rangkaian kegiatan, ditekankan kembali bahwa keberhasilan tahun 2026 sangat bergantung pada kedisiplinan kolektif dalam mengawal rencana aksi yang telah disepakati. Rapat koordinasi ini menjadi titik awal bagi Rutan Baturaja untuk berlari lebih kencang dalam mewujudkan zona integritas dan predikat pelayanan terbaik. Dengan optimisme tinggi, jajaran Rutan Baturaja siap menghadapi tantangan tahun 2026 dengan performa yang lebih prima dan transparan.

Terkini

Hukum dan Kriminal

+