Anggota parkir Dan Pegawai Pasar Atas Melakukan penertipan kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Atas Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mulai menunjukkan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan dan kunjungan masyarakat, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan penertiban ini dilakukan oleh pihak pengelola Pasar Atas bersama petugas parkir sebagai upaya menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan di area pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian masyarakat OKU.
Kepala Unit Pasar Atas Baturaja, Mikes, mengatakan bahwa seluruh pedagang yang beraktivitas di Pasar Atas telah diupayakan mendapatkan tempat berdagang yang layak, sementara pedagang yang belum memiliki Tempat Jualan akan difasilitasi penempatannya secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami memastikan semua pedagang mendapatkan tempat dagang yang layak. Untuk pedagang yang belum tertampung, akan kami fasilitasi secara bertahap agar dapat berdagang dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas pasar,” ujar Mikes saat memberikan arahan langsung di lokasi Pasar Atas.
Selain penataan pedagang, Mikes juga menginstruksikan para koordinator pengelola pasar agar mengatur pedagang secara terstruktur dan sistematis, serta meminta petugas pos keamanan pasar untuk terus memantau situasi dan kondisi guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pasar.
Menurutnya, penataan yang rapi dan tertib membuat pengunjung merasa lebih nyaman dan mudah dalam berbelanja, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya jumlah pengunjung serta perputaran ekonomi di Pasar Atas.
“Dengan pasar yang bersih, aman, dan tertib, pengunjung merasa senang berbelanja. Hal ini tentu berpengaruh pada peningkatan pendapatan para pedagang. Mewujudkan pasar tradisional yang sehat dan bersih adalah komitmen kami,” ujarnya Mikes.
Upaya penertiban ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk petugas parkir Pasar Atas, yang berharap sinergi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga Pasar Atas sebagai pusat perdagangan tradisional yang sehat, bersih, nyaman, dan menjadi kebanggaan masyarakat OKU.