Baturaja Berduka: Niat Menyeberang Rel, Ibu Rumah Tangga Mengembuskan Napas Terakhir

Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T15:06:15Z
BATURAJA – Suasana tenang di kawasan Jalan Pangeran Hajib 2, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak gempar. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis akibat tertemper Kereta Api Babaranjang dengan nomor KA 4128 pada Selasa sore, 10 Maret 2026

Peristiwa memilukan ini terjadi tepat di perlintasan kereta api KM 229 +1/2 sekitar pukul 17.50 WIB. Korban diketahui bernama Eli Marlia, wanita berusia 45 tahun yang tercatat sebagai warga Jalan Komisaris Umar No. 39, Kelurahan Air Gading, Kecamatan Baturaja Barat. Korban mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat korban sedang berjalan kaki dan berniat melintasi jalur rel tersebut. Di saat yang bersamaan, melaju kencang Kereta Api Babaranjang KA 4128 dari arah jalur tersebut. Karena posisi yang sudah sangat dekat, tabrakan maut antara pejalan kaki dan rangkaian kereta api bermuatan besar tersebut tidak dapat terhindarkan lagi.

Diduga kuat, korban tidak menyadari kedatangan kereta atau terlambat untuk menghindar saat rangkaian besi tua itu melintas di hadapannya. Suara gemuruh kereta api yang biasanya terdengar nyaring diduga tidak sempat diantisipasi oleh korban, sehingga tubuhnya langsung tertemper oleh badan lokomotif atau gerbong kereta yang melaju di lintasan KM 229 +1/2 tersebut.
Akibat benturan keras tersebut, Eli Marlia mengalami luka-luka yang sangat serius di beberapa bagian tubuhnya. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami luka robek yang cukup lebar pada punggung bagian kanan. Kondisi ini diperparah dengan adanya cedera patah tulang tertutup pada lengan sebelah kanan serta kaki sebelah kanan yang mengakibatkan korban meninggal dunia seketika.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Tak lama berselang, petugas kepolisian dan pihak terkait tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban. Kondisi di sekitar rel sempat dipenuhi warga yang ingin melihat langsung sebelum akhirnya petugas mengevakuasi jasad korban dari area jalur kereta api.
Guna penanganan lebih lanjut dan keperluan medis, jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan koordinasi dengan keluarga korban di Kelurahan Air Gading untuk proses serah terima jenazah agar dapat segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

Insiden ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat di wilayah Baturaja mengenai pentingnya kewaspadaan ekstra saat melintasi jalur kereta api, terutama perlintasan sebidang yang tidak memiliki palang pintu resmi. Masyarakat diimbau untuk selalu menoleh ke arah kanan dan kiri serta memastikan tidak ada kereta yang melintas demi keselamatan nyawa saat beraktivitas di sekitar rel.

Terkini