Wiraswasta di Baturaja Meninggal Dunia Usai Mengeluh Sakit Perut Setelah Santap Mie Ayam

Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T11:55:30Z

BATURAJA – Suasana duka menyelimuti warga Jalan Jendral A. Yani KM 7, RT 001 RW 003, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, setelah seorang warga setempat bernama Endar Saputra (28) dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (11/03/2026) dini hari. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai wiraswasta tersebut menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya sekitar pukul 02.00 WIB setelah sempat berjuang melawan rasa sakit pasca mengonsumsi makanan saat berbuka puasa beberapa hari sebelumnya.

Kematian korban diduga kuat berkaitan dengan kondisi kesehatan yang menurun drastis setelah menyantap hidangan mie ayam dan masakan rumah pada empat hari yang lalu. Berdasarkan keterangan saksi, sesaat setelah mengonsumsi makanan tersebut untuk berbuka puasa, korban mulai merasakan gejala medis yang tidak biasa. Kondisi ini menjadi awal mula rangkaian peristiwa medis yang akhirnya merenggut nyawa pemuda berusia 28 tahun tersebut di tengah keluarga.

Saksi mata, Suswati (50), yang merupakan buruh harian lepas asal Kelurahan Talang Jawa, memberikan kesaksian bahwa penderitaan korban dimulai sejak Sabtu pekan lalu. Korban mengeluhkan mual yang hebat, muntah berulang kali, serta rasa nyeri yang menusuk di bagian perut. Gejala tersebut muncul tidak lama setelah korban menyelesaikan santap buka puasanya, yang memicu kekhawatiran pihak keluarga akan adanya reaksi keracunan atau gangguan pencernaan akut.

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, korban sempat diupayakan untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, karena kendala keterbatasan biaya dan atas permintaan keluarga terkait kondisi keuangan, Endar akhirnya hanya menjalani rawat jalan secara mandiri di rumahnya. Meski telah dilakukan penanganan darurat secara mandiri selama empat hari, kondisi kesehatan korban nyatanya tidak kunjung membaik dan justru menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi fisik yang signifikan.
Puncak dari kondisi kritis tersebut terjadi pada Rabu dini hari saat korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh pihak keluarga di dalam rumahnya. Saksi lainnya, Herawan (40), seorang tenaga honorer yang juga warga Talang Jawa, membenarkan bahwa korban telah berjuang melawan rasa sakit perutnya selama beberapa hari terakhir sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kepergian Endar yang tergolong mendadak ini mengejutkan para tetangga dan kerabat di lingkungan Kelurahan Kemelak Bindung Langit.

Pihak berwenang yang menerima laporan segera melakukan koordinasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun, investigasi medis lebih lanjut tidak dapat dilaksanakan karena adanya keberatan dari pihak keluarga inti. Istri korban, Ny. Felli Afriyanti, secara resmi menyatakan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan bagian dari takdir yang harus mereka jalani dengan ikhlas.

Ketegasan sikap keluarga ini dituangkan dalam surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Ny. Felli Afriyanti tidak akan menuntut pihak manapun di kemudian hari terkait kematian suaminya. Selain itu, pihak keluarga juga secara spesifik menolak untuk dilakukan tindakan pemeriksaan medis lanjutan, baik berupa visum luar maupun otopsi dalam. Keputusan ini diambil agar jenazah dapat segera disemayamkan dan dimakamkan dengan layak sesuai syariat.

Kini, jenazah Endar Saputra telah dipersiapkan oleh pihak keluarga untuk prosesi pemakaman di pemakaman setempat. Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya penanganan medis secara cepat dan tuntas saat menghadapi gejala gangguan pencernaan yang serius. Meski diwarnai suasana duka, situasi di sekitar lokasi kejadian terpantau kondusif setelah pihak kepolisian mencatatkan keterangan dari saksi-saksi dan mengamankan surat pernyataan penolakan otopsi dari ahli waris.

Terkini