Kapolri Pimpin Apel 5.000 Ojol dan Buruh di Palembang, Luncurkan Fitur Panic Button

Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-08T07:05:25Z
PALEMBANG — Stadion Bumi Sriwijaya menjadi saksi bisu berkumpulnya ribuan massa dalam balutan jaket operasional dan seragam kerja pada Minggu pagi (8/3/2026). Sebanyak 5.000 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform serta pekerja yang tergabung dalam berbagai organisasi buruh memadati lapangan untuk mengikuti "Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas". Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., sebagai langkah strategis memperkuat barisan pengamanan swakarsa di wilayah Sumatera Selatan.

Mengangkat tema kearifan lokal “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae”, apel ini bertujuan untuk mengintegrasikan komunitas pekerja ke dalam sistem keamanan partisipatif. Dalam pelaksanaannya, Kapolri didampingi oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dan jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Kehadiran tokoh penting seperti Gubernur Sumsel Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa, menegaskan adanya kolaborasi lintas sektoral yang kuat antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah.
Momen paling simbolis dalam acara ini adalah penyematan rompi khusus oleh Kapolri kepada perwakilan pengemudi ojol dan aktivis buruh. Tindakan ini diikuti dengan pembacaan deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” yang menggema di seluruh stadion. Deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kontrak moral antara Polri dan komunitas pekerja untuk saling bahu-membahu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bumi Sriwijaya, terutama di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.

Dalam amanatnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan global yang sedang dihadapi dunia, termasuk konflik di Timur Tengah. Kapolri menjelaskan bahwa ketidakstabilan di tingkat internasional dapat memicu fluktuasi harga energi yang berdampak langsung pada ekonomi nasional dan kesejahteraan pekerja. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa menjaga kondusivitas situasi di dalam negeri, khususnya di Sumatera Selatan, adalah kunci utama agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar tanpa hambatan keamanan.
Sebagai bentuk dukungan teknis, Polri memperkenalkan penguatan layanan darurat 110 yang kini dioptimalkan bagi para pekerja di jalanan. Kapolri mengungkapkan bahwa saat ini sedang dikembangkan fitur panic button (tombol darurat) khusus bagi pengemudi ojol. Inovasi ini dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi para mitra transportasi berbasis aplikasi, sehingga jika terjadi tindak kriminal atau gangguan di lapangan, personel kepolisian terdekat dapat segera melakukan tindakan respons cepat ke lokasi kejadian.

Sinergi ini juga menyentuh aspek kesejahteraan dan perlindungan hak-hak pekerja secara nyata. Polri berkomitmen membuka akses layanan kesehatan bagi komunitas ojol dan buruh di RS Bhayangkara serta membentuk Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda hingga Polres. Fasilitas ini bertujuan untuk mengawal perlindungan pekerja, termasuk memediasi persoalan ketenagakerjaan dan menjamin kepastian jaminan kecelakaan kerja, sebagai wujud pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat produktif.
Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, Kapolri memanfaatkan momentum ini untuk memastikan kesiapan Operasi Ketupat secara nasional. Beliau menginstruksikan jajaran untuk menyiapkan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di titik-titik krusial jalur mudik agar perjalanan masyarakat aman dan lancar. Secara khusus, Kapolri juga menghimbau perusahaan aplikator seperti Maxim, Grab, Gojek, dan lainnya untuk peduli terhadap kesejahteraan mitra dengan menyediakan program mudik gratis bagi para pengemudi.

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai elemen seperti KSPSI, KASBI, hingga serikat NIKUEBA-KSBSI ini ditutup dengan aksi sosial nyata berupa pembagian bantuan bahan pokok. Seluruh peserta apel menerima paket berisi beras, gula, minyak goreng, dan mie instan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka selama ini. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa ke depan, komunitas ojol dan buruh akan terus menjadi mitra strategis dalam sistem community policing demi menciptakan Sumatera Selatan yang aman dan kondusif bagi semua.

Terkini