BATURAJA – Suasana tenang di wilayah Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mendadak gempar. Seosok tengkorak kepala manusia ditemukan tergeletak di tengah hutan belukar yang berbatasan langsung dengan area perkebunan milik warga di Desa Rantau Panjang, pada Senin sore (09/03/2026).
Penemuan yang menggegerkan ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima aparat kepolisian sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi mengenai keberadaan bagian tubuh manusia tersebut dengan cepat menyebar, memicu kekhawatiran sekaligus keingintahuan warga setempat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian yang cukup terpencil tersebut.
Sosok yang pertama kali menyaksikan benda mengerikan tersebut adalah Eriyanto Bin Izadin (37), seorang petani yang tercatat sebagai warga Dusun VI Desa Kedaton. Saat itu, Eriyanto sedang menjalankan rutinitas hariannya menggembala kerbau di sekitar area hutan belukar sembari menyisir dahan kayu untuk dibawa pulang.
Kronologi penemuan terjadi saat mata Eriyanto tertuju pada sebuah benda bulat yang mencolok di antara rimbunnya semak. Karena merasa curiga, ia mendekat untuk memastikan benda tersebut. Betapa terkejutnya saksi ketika menyadari bahwa benda bulat yang ia kira kayu atau batuan tersebut ternyata adalah tengkorak tempurung kepala manusia.
Tanpa membuang waktu, Eriyanto segera meninggalkan lokasi dan bergegas menuju Mapolsek Peninjauan untuk melaporkan temuan tersebut secara resmi. Respon cepat langsung diambil oleh pihak kepolisian yang segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Rantau Panjang guna melakukan pengecekan ke titik koordinat yang dilaporkan.
Sekira pukul 17.00 WIB, sejumlah personil piket Polsek Peninjauan tiba di lokasi kejadian yang berada di dalam hutan belukar. Petugas melakukan penyisiran di sekitar area perkebunan warga dan mengonfirmasi bahwa benda yang dilaporkan memang benar merupakan tengkorak kepala manusia yang kondisinya sudah mengering tanpa jaringan kulit.
Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian langsung melakukan pengamanan ketat terhadap satu unit barang bukti utama berupa tengkorak kepala tersebut. Petugas belum menemukan bagian kerangka tubuh lainnya di sekitar lokasi awal, sehingga area pencarian kemungkinan akan diperluas guna mencari petunjuk tambahan terkait identitas korban.
Hingga berita ini diturunkan, area penemuan telah dipasangi garis polisi (police line) untuk mencegah warga mendekat dan merusak potensi bukti fisik. Pihak Polsek Peninjauan saat ini tengah menunggu kedatangan Tim Unit Inafis dari Polres OKU untuk melakukan olah TKP secara saintifik guna mengungkap identitas serta penyebab kematian dari tengkorak tersebut.