BATURAJA – Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil langkah konkret dalam menjaga kebugaran anggotanya. Pada Jumat (22/5/2026) sejak pukul 07.30 WIB, Sidokkes menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu dan penimbangan berat badan massal bagi seluruh personel. Kegiatan ini berpusat di Klinik Polres OKU serta area lingkungan Mapolres OKU guna memastikan seluruh anggota kepolisian berada dalam kondisi fisik yang prima.
Kegiatan krusial ini dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres OKU, Penda Anica Tursia, Am.Keb., S.K.M., bersama tim kesehatan terpadu. Pemeriksaan ini diawali dengan apel pagi bersama dan aksi korve (kerja bakti) kebersihan di lingkungan klinik. Tidak hanya diperuntukkan bagi internal kepolisian, Sidokkes juga membuka pelayanan kesehatan tersebut untuk masyarakat umum, yang meliputi layanan poli umum, pendaftaran pasien, penyerahan obat di apotek, hingga pemeriksaan laboratorium klinik.
Selain agenda pemeriksaan fisik dasar, Sidokkes Polres OKU pada hari yang sama juga melanjutkan program Food Security MBG SPPG di Polsek Baturaja Timur. Program ketahanan dan keamanan pangan ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan kesehatan menyeluruh bagi personel yang bertugas di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa asupan nutrisi yang dikonsumsi para anggota Polri benar-benar higienis, aman, dan mampu mendukung stamina kerja mereka.
Pelaksanaan kegiatan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk respons cepat dan tindak lanjut dari arahan Kapolda Sumatera Selatan. Melalui video conference yang digelar pada Kamis (21/5/2026) sehari sebelumnya, Kapolda menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan berat badan ideal bagi seluruh personel. Hal ini dinilai sangat vital guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas kepolisian yang kian menantang di wilayah Sumatera Selatan.
Berdasarkan hasil penimbangan berat badan yang dilakukan secara cermat oleh tim medis, ditemukan fakta bahwa sebanyak 27 personel Polres OKU mengalami kondisi overweight atau kelebihan berat badan. Angka ini menjadi perhatian serius bagi manajemen Polres OKU. Pasalnya, berat badan yang berlebih dinilai dapat memengaruhi pergerakan, kesigapan, serta ketahanan fisik anggota saat memberikan pelayanan atau melakukan penindakan hukum di lapangan.
Menyikapi temuan tersebut, Kasi Dokkes Polres OKU, Penda Anica Tursia, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah preventif (pencegahan) yang wajib dilakukan. Menurutnya, kesehatan dan kebugaran adalah modal utama dan faktor paling mendasar dalam menunjang profesionalisme setiap anggota Polri. Oleh sebab itu, Polres OKU berkomitmen penuh untuk memfasilitasi penanganan kondisi kelebihan berat badan ini secara serius.
Sebagai solusi nyata, ke-27 personel yang terdeteksi overweight diwajibkan mengikuti program penurunan berat badan secara terukur dan berkelanjutan. Penanganan intensif ini diawali dengan kegiatan olahraga bersama berupa jalan kaki pasca-pemeriksaan di sekitar Mako Polres OKU. Selanjutnya, mereka akan menjalani jadwal olahraga rutin setiap hari Selasa dan Jumat yang dipimpin langsung oleh Kapolres OKU, serta mendapatkan pendampingan khusus mengenai pola makan (diet) sehat oleh tim Sidokkes.
Untuk memastikan efektivitasnya, program penurunan berat badan ini akan dipantau melalui evaluasi (anev) yang digelar secara berkala setiap dua minggu sekali melalui penimbangan berat badan ulang. Evaluasi rutin ini bertujuan untuk memantau perkembangan fisik personel sekaligus mencari solusi alternatif bagi anggota yang belum menunjukkan progres signifikan. Melalui komitmen bersama ini, Polres OKU berharap seluruh personelnya selalu berada dalam kondisi siap siaga demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat