BATURAJA – Suasana di kawasan operasional PT Semen Baturaja, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak tegang pada Senin (18/05/2026). Puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Desa Pusar menggelar aksi unjuk rasa damai di depan pangkalan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Aksi ini memicu perhatian publik lantaran massa sempat melakukan tindakan nekat demi menyuarakan aspirasi mereka terkait kebijakan internal perusahaan.
Massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang tersebut mayoritas merupakan pemuda dan putra daerah asli Desa Pusar. Mereka berkumpul sejak pagi hari dengan membawa berbagai atribut aksi. Kehadiran warga ini didorong oleh keresahan yang sama mengenai masa depan lapangan pekerjaan di tanah kelahiran mereka sendiri, di mana mereka merasa kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan penduduk lokal masih sangat minim.
Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh tuntutan mendesak warga terkait sistem perekrutan tenaga kerja di PT Semen Baturaja. Sebagai wilayah yang masuk dalam kategori Ring 1 (zona terdekat dari operasional pabrik), Masyarakat Desa Pusar menuntut pihak manajemen untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal. Warga menilai ada ketidakadilan dan menuntut pihak perusahaan untuk segera menghapuskan praktik nepotisme dalam sistem penerimaan karyawan.
Ketegangan sempat meningkat ketika massa membentangkan spanduk besar di depan area pabrik. Spanduk tersebut bertuliskan kalimat tegas dan sarat protes: “HAPUSKAN NEPOTISME!! UTAMAKAN TENAGA KERJA LOKAL DI PT. SEMEN BATURAJA”. Kehadiran spanduk ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap kebijakan manajemen yang dinilai menutup mata terhadap potensi dan hak-hak masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan industri.
Tidak puas hanya dengan menyampaikan orasi secara lisan dan membentangkan spanduk, massa aksi kemudian mengambil tindakan yang lebih agresif. Mereka secara sepihak menghentikan paksa operasional truk-truk pengangkut yang hendak keluar masuk pabrik. Massa menutup portal besi pembatas jalan utama, yang sempat mengakibatkan aktivitas distribusi material di kawasan industri tersebut lumpuh selama beberapa saat.
Melihat situasi di lapangan yang mulai memanas, aparat kepolisian dari Polres OKU yang berjaga di lokasi langsung mengambil tindakan cepat. Petugas kepolisian segera membangun koordinasi dengan pihak manajemen PT Semen Baturaja. Polisi meminta agar ada unsur pimpinan perusahaan yang bersedia keluar dan menemui massa secara langsung guna meredam emosi warga yang tertahan di depan pintu gerbang.
Merespons permintaan tersebut, salah satu unsur pimpinan manajemen PT Semen Baturaja bernama Aprizal akhirnya keluar menemui kerumunan massa yang sedang berorasi. Di bawah pengawalan ketat personel Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur yang dipimpin oleh Kabag Log Polres OKU Akp Marjuni, S.E., M.Si., selaku Koordinator SOC Regu III, serta Kapolsek Baturaja Timur Akp Toni Zainuddin, S.H., M.M., dialog persuasif mulai dilakukan. Petugas kepolisian terus menjembatani komunikasi antara pihak manajemen dengan koordinator aksi, Sdr. Dedi Wijaya, tepat di bawah papan tiang ATM BNI untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tidak anarkis.
Setelah melalui perdebatan dan komunikasi yang cukup alot di lapangan, Polres OKU akhirnya berhasil memediasi kedua belah pihak. Disepakati bahwa aspirasi warga tidak bisa diselesaikan di pinggir jalan, sehingga perwakilan massa dan pihak keamanan PT Semen Baturaja diarahkan untuk melakukan rapat audiensi resmi di Kantor Eks Pemasaran PT Semen Baturaja. Berkat pendekatan persuasif dari aparat dan kedewasaan massa aksi, seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa adanya kerusakan fasilitas publik.