BATURAJA – Langkah nyata diambil oleh jajaran Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) dalam merespons keluhan masyarakat terkait bencana banjir tahunan. Pada Kamis siang, 2 April 2026, Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., turun langsung ke lapangan untuk meninjau proyek strategis pemasangan Box Culvert atau gorong-gorong beton di sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.
Peninjauan ini difokuskan pada tiga lokasi krusial yang selama ini menjadi langganan genangan air, yakni kawasan Taman Sari II (RT 01 dan 03, RW 03) Kelurahan Sukaraya, Desa Air Paoh (RT 03 Dusun 7), serta Jalan Pancur di Desa Tanjung Baru. Kehadiran pucuk pimpinan Polres OKU ini bertujuan untuk memastikan percepatan perbaikan drainase yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) berjalan sesuai rencana demi kepentingan warga.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Endro Aribowo didampingi oleh Wakapolres OKU, Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat utama lainnya seperti Kasat Narkoba, Kasi Propam, dan Kanit Intel Polsek Baturaja Timur, Iptu Riki Kifli. Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan komitmen serius Polri dalam mendukung program infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan dan keamanan mobilitas masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil monitoring di lokasi, dampak banjir kali ini tercatat merendam pemukiman yang dihuni oleh 22 Kepala Keluarga (KK) dengan total 19 unit rumah warga di Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh. Tidak hanya rumah tinggal, fasilitas pendidikan seperti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif serta akses publik di sekitar eks Kantor KUA Baturaja Timur juga terdampak genangan, yang mengakibatkan aktivitas ekonomi dan pendidikan sempat terhambat.
Beberapa nama warga yang rumahnya terdampak di Lr. Tangkil, antara lain Sofian Erlis, Nasolati, hingga Indra Wangsa, sementara di Desa Air Paoh terdapat nama-nama seperti Komarudin, Johan, dan Ujang. Meski air masih menggenangi sebagian area, laporan di lapangan menunjukkan penurunan debit air yang signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa skema pengalihan air melalui drainase baru mulai menunjukkan hasil positif.
Proses teknis di lapangan saat ini sedang dikerjakan secara intensif oleh pihak BBPJN dengan melakukan penggalian dan pemasangan Box Culvert berukuran besar. Untuk mendukung kelancaran proyek tersebut, personel Polres OKU dan Polsek Baturaja Timur dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara ketat di sekitar lokasi pembangunan guna mencegah kemacetan, mengingat alat berat yang beroperasi cukup memakan badan jalan.
Selain fokus pada infrastruktur, Kapolres OKU juga memberikan perhatian khusus pada sisi kemanusiaan dengan memastikan operasional Dapur Umum bagi para penyintas banjir. Beliau menegaskan bahwa ketersediaan logistik dan bantuan makanan harus tetap berjalan dengan baik dan tepat sasaran bagi warga yang rumahnya belum bisa ditempati secara normal akibat sisa-sisa lumpur pasca-banjir.
Kegiatan peninjauan yang berakhir sekira pukul 11.30 WIB ini ditutup dengan situasi yang kondusif dan terkendali. Dengan terpasangnya sistem drainase Box Culvert yang baru, diharapkan penyumbatan aliran air yang selama ini menjadi penyebab utama banjir di Baturaja Timur dapat teratasi secara permanen, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang tanpa khawatir akan ancaman banjir susulan.