BATURAJA — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) bergerak cepat guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pangan pokok di masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H tahun 2026. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) Pasar yang dilaksanakan secara terpadu di kawasan Pasar Atas, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, pada Selasa pagi, 26 Mei 2026. Berlangsung mulai pukul 06.30 WIB, sidak ini difokuskan untuk memantau langsung dinamika harga komoditas dan memutus potensi penimbunan barang yang kerap memicu keresahan warga menjelang hari besar keagamaan.
Kegiatan krusial ini dipimpin langsung oleh Asisten II Pemkab OKU, Hasan HD, S.Sos., M.S.e., dengan didampingi oleh Kepala Perum Bulog Cabang OKU, Junirman. Guna memastikan pengawasan berjalan komprehensif dari berbagai lini, tim gabungan turut melibatkan berbagai instansi lintas sektoral. Tampak hadir di lapangan di antaranya jajaran personel Idik II Sat Reskrim dan Lidik II Sat Intelkam Polres OKU, Babinsa Kodim 0403/OKU, Staf si Pidus Kejaksaan Negeri OKU, serta personel dari Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Kabupaten OKU. Selain dari unsur pengamanan dan hukum, sidak ini juga dikawal ketat oleh staf teknis dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Sosial Kabupaten OKU.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung dan interaksi dengan para pedagang di Pasar Atas, tim mencatat adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas bumbu dapur utama, khususnya kelompok cabai dan bawang. Untuk semua jenis cabai—mulai dari cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit hijau, hingga cabai rawit merah—saat ini dipatok seragam pada harga Rp75.000 per kilogram. Sementara itu, untuk komoditas bawang, harga bawang merah terpantau berada di angka Rp49.000 per kilogram dan bawang putih dijual dengan harga Rp35.000 per kilogram. Fluktuasi ini dinilai masih dalam batas wajar akibat tingginya permintaan pasar menjelang lebaran kurban.
Di sisi lain, harga kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil dan bertahan di angka yang terjangkau bagi daya beli masyarakat. Dari sektor pangan pokok, beras premium tercatat berada pada harga Rp15.500 per kilogram, sedangkan beras medium dijual seharga Rp13.500 per kilogram. Untuk komoditas sumber protein, daging sapi segar stabil pada harga Rp160.000 per kilogram, daging ayam ras dibanderol Rp45.000 per kilogram, dan telur ayam bertengger di angka Rp28.000 per kilogram. Bahan pelengkap dapur seperti tepung terigu juga terpantau normal di kisaran Rp13.000 per kilogram, disusul garam halus beryodium seharga Rp17.500 per kilogram.
Sektor minyak goreng tak luput dari pemeriksaan mendalam tim gabungan demi menjaga kepatuhan pasar terhadap kebijakan pemerintah. Minyak goreng kemasan di Pasar Atas saat ini dijual rata-rata Rp24.000 per liter, sementara untuk minyak goreng curah berada pada harga Rp20.700 per liter. Guna menyiasati kebutuhan warga akan alternatif minyak goreng murah, pemerintah melalui distribusi Bulog mengoptimalkan pasokan Minyakita, yang hingga saat sidak berlangsung dipastikan tetap dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni sebesar Rp15.700 per liter.
Setelah menyisir lapak-lapak tradisional di Pasar Atas, Asisten II Pemkab OKU beserta rombongan melanjutkan pemantauan ke sektor ritel modern, salah satunya ke gerai Indomaret yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto. Dari hasil peninjauan dan keterangan manajemen ritel, diketahui bahwa belum terjadi lonjakan atau peningkatan daya tarik pembelian konsumen yang signifikan menjelang Idul Adha ini. Harga barang-barang esensial seperti minyak goreng, tepung terigu, dan telur ayam di gerai modern tersebut relatif stabil serta didukung oleh ketersediaan atau stok barang yang sangat mencukupi.
Tim gabungan kemudian memperluas jangkauan inspeksi ke sektor energi dengan mendatangi salah satu Agen Gas LPG 3 kilogram, yakni PT Layogan Abadi. Pihak agen menegaskan bahwa pasokan dan stok gas bersubsidi tersebut di tingkat pangkalan dipastikan aman dan tidak mengalami kelangkaan sama sekali. Manajemen juga menjamin mata rantai distribusi berjalan tertib dengan menjual Gas LPG 3 kg sesuai HET, yaitu Rp18.500 per tabung untuk wilayah Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Baturaja Barat. Sementara itu, untuk 13 kecamatan lainnya di luar wilayah perkotaan OKU, harga jual diatur mengacu pada ketetapan wilayah sebesar Rp20.425 per tabung.
Secara keseluruhan, jalannya Sidak Pasar ini memberikan sinyal positif bahwa stabilitas ekonomi daerah di Kabupaten OKU berada dalam kondisi yang sehat di tengah tekanan musiman menjelang hari raya. Meski ada beberapa komoditas dapur seperti cabai dan bawang yang mengalami fluktuasi harga, pasokan pangan secara umum tetap aman, terkendali, dan mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga Hari Raya Idul Adha 1447 H berlalu. Seluruh rangkaian kegiatan sidak ini berakhir pada pukul 08.45 WIB dengan situasi lapangan yang berjalan dengan sangat aman, tertib, kondusif, dan terkendali.