Pimpin Anev Kinerja, Kapolda Sumsel Instruksikan Pemetaan Kompetensi Personel di Seluruh Satker

Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T05:20:27Z

PALEMBANG — Dalam upaya memperkuat pondasi organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, Polda Sumatera Selatan menggelar agenda strategis berupa Coffee Morning yang dipadukan dengan Analisa dan Evaluasi (Anev) kinerja. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/3/2026) ini menjadi momentum krusial bagi jajaran Pejabat Utama (PJU) untuk menyelaraskan visi dan misi institusi di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, bertempat di Ruang Transit Lantai 1 Gedung Presisi Mapolda Sumsel. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, serta seluruh jajaran Pejabat Utama menunjukkan betapa pentingnya forum ini dalam menentukan arah kebijakan operasional Polda Sumsel ke depan.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk membedah secara mendalam pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) pada masing-masing Satuan Kerja (Satker). Kapolda menegaskan bahwa format coffee morning dipilih agar diskusi dapat berjalan lebih cair namun tetap subtansial. Hal ini memungkinkan setiap kendala teknis maupun hambatan birokrasi di lapangan dapat dikomunikasikan secara terbuka demi menemukan solusi yang paling efektif.
Dalam arahannya, Irjen Pol Sandi Nugroho menekankan bahwa data harus menjadi panglima dalam setiap pengambilan keputusan. Beliau menginstruksikan agar setiap paparan dari Satker menyajikan capaian dan hambatan secara konkret. Dengan basis data yang akurat, organisasi tidak lagi meraba-raba dalam menyelesaikan masalah, melainkan bertindak tepat sasaran sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Salah satu poin paling krusial yang ditegaskan Kapolda adalah mengenai kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Beliau menginstruksikan seluruh pimpinan Satker untuk segera melakukan pemetaan kompetensi personel. Langkah ini dianggap mendesak agar program pelatihan dan pengembangan kemampuan anggota dapat disusun secara spesifik, sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara kapasitas individu dengan tuntutan tugas yang diemban.

Lebih lanjut, forum ini juga menyoroti pentingnya meruntuhkan "sekat-sekat" antar-fungsi di lingkungan Polda Sumsel. Kapolda menegaskan bahwa profesionalisme Polri hanya bisa dicapai melalui soliditas internal dan kolaborasi yang erat. Beliau mengingatkan bahwa tidak ada satu pun satuan kerja yang bisa berdiri sendiri atau merasa lebih hebat, karena kesuksesan Polri adalah hasil dari kerja kolektif yang terintegrasi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, dalam keterangan persnya menambahkan bahwa evaluasi terbuka seperti ini akan menjadi budaya baru yang rutin dilaksanakan. Menurutnya, keterbukaan pimpinan dalam menerima masukan dan mengkritisi kinerja internal adalah bukti nyata komitmen Polda Sumsel untuk terus berbenah diri. Fokus utamanya tetap satu: memberikan rasa aman dan pelayanan prima bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun sarat instruksi ini ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan aksi nyata berdasarkan hasil evaluasi tersebut. Dengan penguatan kompetensi dan sinergi lintas fungsi, Polda Sumsel optimistis dapat membangun institusi yang lebih responsif dan profesional. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung dan pengayom yang tangguh di masa depan.

Terkini