Pastikan Pemudik Aman, Personel Gabungan Kawal Ketat Aktivitas Penumpang di Stasiun Baturaja

Maret 24, 2026 WIB Last Updated 2026-03-24T13:46:25Z
BATURAJA – Memasuki periode krusial menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, geliat arus mudik di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Sebagai langkah antisipatif, jajaran personel gabungan yang tergabung dalam Operasi Ketupat Musi 2026 Polres OKU secara resmi melakukan penebalan pengamanan di titik-titik vital transportasi, salah satunya di Stasiun Kereta Api Baturaja.

Langkah ini diambil menyusul lonjakan jumlah penumpang yang terpantau terus merangkak naik hingga Selasa (24/03/2026). Aparat kepolisian menyadari bahwa kerumunan massa di area transportasi publik memiliki potensi kerawanan yang tinggi. Oleh karena itu, penguatan personel dilakukan untuk menjamin bahwa setiap warga yang hendak pulang ke kampung halaman dapat menjalankan perjalanan mereka dengan rasa aman dan tanpa rasa khawatir.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Ka Pos Pengamanan Stasiun KAI Baturaja, Ipda Deni Arfan, menegaskan bahwa prioritas utama dari operasi ini adalah terciptanya keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat. Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang sedang melaksanakan tradisi tahunan mudik Lebaran.

Secara teknis, pengamanan ini melibatkan sinergi tim gabungan lintas instansi yang bergerak secara terpadu di bawah komando Ops Ketupat Musi 2026. Fokus utama petugas adalah melakukan pemantauan ketat pada proses naik dan turun penumpang dari gerbong kereta. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas seperti pencopetan, penipuan, maupun gangguan keamanan lainnya yang kerap memanfaatkan situasi keramaian di area peron.

Tidak hanya fokus pada area dalam stasiun, petugas juga melakukan pengawasan ketat di pintu masuk dan pintu keluar (gate) stasiun. Setiap pergerakan penumpang dipantau guna memastikan tidak ada penumpukan massa yang dapat menghambat mobilitas. Dengan alur yang tertata, diharapkan kenyamanan pemudik tetap terjaga meskipun volume penumpang berada pada titik tertinggi dibandingkan hari-hari biasanya.

Aspek keselamatan perjalanan kereta api pun tak luput dari perhatian serius Polres OKU. Selain menjaga keamanan di area stasiun, personel gabungan juga dikerahkan untuk melakukan patroli rutin di sepanjang jalur rel. Pengecekan dilakukan secara berkala di titik-titik yang dianggap rawan, terutama saat kereta api dijadwalkan melintas, guna memastikan lintasan bebas dari hambatan fisik maupun gangguan teknis lainnya yang dapat membahayakan perjalanan.

Ipda Deni Arfan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pola pengamanan dilakukan secara dinamis, menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Petugas senantiasa bersiaga untuk memberikan bantuan informasi kepada para pemudik yang membutuhkan, serta melakukan tindakan preventif jika melihat adanya potensi gangguan ketertiban umum di lingkungan Stasiun KAI Baturaja.

Melalui upaya pengamanan yang terstruktur dan masif ini, Polres OKU berharap arus mudik 1447 H di wilayah Baturaja dapat berjalan sukses tanpa kendala berarti. Kerja sama antara aparat keamanan, pihak PT KAI, dan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan di stasiun diharapkan mampu mewujudkan suasana Lebaran yang ceria, aman, dan penuh berkat bagi seluruh pemudik yang melintasi Bumi Sebimbing Sekundang.

Terkini