Maut di Jalur Komering: Terpental Akibat Lubang Jalan, Ibu dan Anak Balita Jadi Korban Tabrak Lari

Maret 23, 2026 WIB Last Updated 2026-03-24T02:15:24Z

OKU TIMUR – Suasana khidmat hari Minggu berubah menjadi duka mendalam bagi warga di jalur Komering. Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa terjadi di Jalan Lintas Komering, tepatnya di Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Peristiwa tragis ini berlangsung pada Minggu siang (22/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, di tengah kondisi lalu lintas yang cukup lengang namun menyimpan bahaya tersembunyi.

Korban jiwa dalam kecelakaan maut ini diketahui merupakan warga pendatang dari Provinsi tetangga. Mereka adalah Tyas Yunia Sari, seorang ibu muda berusia 20 tahun, dan seorang balita laki-laki bernama Naviz Al Farobi yang baru menginjak usia 2 tahun. Keduanya merupakan penduduk Desa Labuhan Permai, Kabupaten Mesuji, Lampung, yang tengah melintas di wilayah hukum OKU Timur menggunakan sepeda motor.
​Kronologi kejadian bermula saat

Kronologi kejadian bermula saat sepeda motor yang mereka tumpangi melaju di ruas jalan yang dikenal memiliki banyak titik kerusakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pengendara motor diduga tidak mampu menghindari lubang jalan yang cukup dalam. Hantaman keras pada lubang tersebut menyebabkan kendaraan hilang kendali seketika, sehingga mengakibatkan penumpang di bagian belakang terpental jatuh ke badan jalan.

Nahas, di saat posisi kedua korban tergeletak di aspal, sebuah kendaraan roda empat meluncur dengan kecepatan tinggi dari arah yang sama. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, pengemudi mobil tersebut tidak sempat melakukan pengereman. Akibatnya, Tyas dan balita Naviz terlindas oleh ban kendaraan tersebut, yang mengakibatkan luka fatal di bagian kepala dan tubuh hingga keduanya mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.

Keadaan menjadi semakin memprihatinkan ketika pengemudi kendaraan roda empat yang melindas korban justru tidak menghentikan kendaraannya. Alih-alih memberikan pertolongan pertama kepada ibu dan anak tersebut, pelaku justru memacu kendaraannya lebih kencang untuk melarikan diri dari tanggung jawab. Aksi tabrak lari ini pun memicu kemarahan warga sekitar yang menyaksikan betapa tragisnya kondisi kedua korban di tengah jalan.

Warga dan pengguna jalan yang berada di lokasi segera berusaha memberikan bantuan, namun nyawa kedua korban sudah tidak tertolong lagi. Evakuasi dilakukan dengan penuh haru, mengingat salah satu korban masih berusia balita. Tak lama kemudian, pihak kepolisian setempat tiba di lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang akibat kerumunan warga.

Penyebab utama kecelakaan ini diduga kuat akibat faktor infrastruktur jalan yang buruk dikombinasikan dengan kurangnya rasa tanggung jawab pengguna jalan lain. Keberadaan lubang di Jalan Lintas Komering memang sering dikeluhkan oleh para pelintas karena seringkali menjadi jebakan maut, terutama bagi pengendara sepeda motor yang tidak hafal medan. Kondisi ini menuntut perhatian segera dari instansi terkait agar perbaikan jalan menjadi prioritas utama demi keselamatan publik.

Saat ini, pihak kepolisian dari Satlantas Polres OKU Timur tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku tabrak lari tersebut. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait ciri-ciri kendaraan yang melarikan diri agar segera melapor. Sementara itu, jenazah kedua korban telah diurus untuk segera dipulangkan ke rumah duka di Mesuji, Lampung, guna dimakamkan oleh pihak keluarga.

Terkini