BATURAJA – Sebuah insiden kebakaran menghanguskan satu unit bangunan tempat usaha milik warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Kamis malam. Musibah ini menimpa sebuah warung jajanan minuman aneka es yang berlokasi di Jalan Gotong Royong, RT. 21 RW. 05, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur. Peristiwa yang terjadi tepat saat waktu berbuka puasa tersebut sempat mengejutkan warga sekitar yang sedang memulai aktivitas ibadah.
Kejadian ini dilaporkan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, sekira pukul 18.20 WIB. Di tengah suasana tenang menjelang malam, kobaran api tiba-tiba muncul dan dengan cepat melahap bangunan semi permanen berukuran kurang lebih 3 \times 4 meter tersebut. Material bangunan yang didominasi oleh papan kayu membuat api sangat mudah menjalar dan membesar dalam waktu singkat, sehingga menghanguskan seluruh isi warung.
Pemilik warung diketahui merupakan pasangan suami istri, yakni Desi Elena (48) yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang es, dan suaminya, Fahrizal (49), yang bekerja sebagai buruh. Keduanya tercatat sebagai warga setempat yang tinggal tidak jauh dari lokasi usaha mereka. Saat kejadian, pasangan ini tidak berada di dalam warung karena sedang beristirahat dan bersiap untuk menyantap hidangan berbuka puasa di rumah mereka.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa ini pertama kali disadari oleh korban sendiri. Saat sedang berada di rumah, Desi dan Fahrizal dikejutkan dengan penampakan cahaya terang dan kepulan asap yang berasal dari arah warung mereka. Begitu dicek, api ternyata sudah membumbung tinggi membakar dinding papan bangunan usaha yang menjadi sumber penghasilan keluarga tersebut.
Melihat musibah tersebut, warga sekitar yang dipimpin oleh Ketua RW 05, Bapak Awang (54), bersama seorang saksi lainnya, Dodi (40), segera memberikan pertolongan. Dengan semangat gotong royong, masyarakat setempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan pompa air milik warga. Namun, karena material kayu yang kering, upaya tersebut cukup sulit untuk meredam keganasan api yang terus berkobar.
Kondisi mulai terkendali setelah pihak pemadam kebakaran menerima laporan dan segera menuju lokasi. Sebanyak 3 (tiga) unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke Jalan Gotong Royong untuk memutus perambatan api agar tidak menyambar ke rumah penduduk yang berada di sekitar warung. Petugas langsung melakukan penyemprotan secara intensif hingga api benar-benar berhasil dipadamkan beberapa menit kemudian.
Beruntung, dalam insiden kebakaran ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Keberadaan pemilik yang sedang tidak berada di dalam bangunan saat api muncul menjadi faktor keselamatan utama. Namun, bangunan warung beserta seluruh peralatan dagang dan stok bahan baku minuman es di dalamnya tidak dapat diselamatkan dan menyisakan puing-puing kayu yang telah menghitam.
Akibat musibah ini, korban diperkirakan mengalami kerugian materil yang cukup signifikan. Berdasarkan taksiran awal di lapangan, total kerugian yang diderita oleh Desi Elena dan Fahrizal mencapai kurang lebih Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang setempat untuk memastikan apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau faktor lainnya.