Petaka Menjelang Berbuka: Warung Gorengan di Sinar Peninjauan Hancur Dihantam Mobil Belajar

Maret 15, 2026 WIB Last Updated 2026-03-15T13:42:30Z
Peristiwa memprihatinkan mewarnai suasana menjelang berbuka puasa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Sabtu sore, 14 Maret 2026. Sebuah mobil Toyota Agya yang dikemudikan oleh seorang remaja yang tengah belajar menyetir kehilangan kendali dan menghantam sebuah warung gorengan di jalan poros Desa Karya Mukti XII, Kecamatan Sinar Peninjauan. Insiden yang terjadi tepat pukul 17.25 WIB ini seketika mengubah suasana tenang menanti azan Magrib menjadi kepanikan luar biasa bagi warga sekitar.

Sosok di balik kemudi kendaraan maut tersebut diketahui bernama Vina Aprilia, seorang pelajar berusia 19 tahun asal Desa Mendala. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, Vina diduga kuat sedang berlatih mengemudikan mobil bertransmisi otomatis (matic) berwarna silver dengan nomor polisi BE 1483 KP. Sayangnya, aktivitas belajar tersebut dilakukan di area pemukiman yang saat itu sedang sangat padat oleh aktivitas warga yang mencari takjil untuk berbuka puasa.

Kronologi kejadian bermula saat mobil melaju di jalan poros desa yang menyempit karena ramainya pembeli. Karena diduga belum mahir mengoperasikan kendaraan matic, pengemudi kehilangan kendali sehingga mobil meluncur "membabi buta" ke arah pinggir jalan. Tanpa sempat mengerem, kendaraan tersebut langsung menerjang warung gorengan milik warga yang sedang dikerumuni pembeli yang sedang mengantre tertib menunggu pesanan mereka.

Benturan yang sangat keras mengakibatkan bangunan warung gorengan itu hancur berantakan. Para korban yang sedang berdiri menunggu gorengan tidak sempat menyelamatkan diri dan terpental akibat terjangan fisik mobil yang baru berhenti setelah menghantam struktur bangunan. Suara jeritan warga dan bunyi hantaman material bangunan yang roboh seketika memecah keramaian di lokasi kejadian yang berada di jantung aktivitas desa tersebut.

Akibat insiden ini, enam orang warga dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Para korban segera dilarikan ke Puskesmas Karya Mukti XII untuk mendapatkan pertolongan pertama. Identitas korban meliputi Sadira (53) yang menderita patah tangan kanan, Warsiti (50) dan Khusnul Khotimah (54) dengan luka di kaki dan tangan, Fitri Indrayani (30) yang mengalami luka dalam, Fitriyanti (24) dengan luka tangan, serta seorang balita berusia lima tahun bernama Sheza Kanza yang turut terluka di bagian kaki dan tangan

Mengingat seriusnya cedera yang dialami, tim medis Puskesmas merencanakan untuk merujuk tiga dari enam korban ke Rumah Sakit Umum Baturaja guna mendapatkan penanganan ortopedi dan observasi lebih lanjut. Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, melalui Kasi Humas AKP Ferri Zulfian, mengonfirmasi bahwa saat ini kondisi para korban sudah mulai stabil meski beberapa di antaranya masih dalam kondisi trauma dan membutuhkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan.

Pihak Kepolisian Sektor Sinar Peninjauan yang dipimpin Ipda Suherman bergerak cepat dengan mengamankan pengemudi dan barang bukti satu unit Toyota Agya ke Mapolsek. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi mata, yakni Eka (37) dan Nurwadi (42), untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan. Meski jalur kekeluargaan tengah diupayakan antara pihak keluarga pengemudi dan para korban, koordinasi dengan Unit Laka Lantas tetap berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Menanggapi tragedi ini, AKP Ferri Zulfian memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak menggunakan jalan umum atau area permukiman sebagai tempat belajar mengemudi. Kepolisian menekankan pentingnya belajar di lokasi tertutup seperti lapangan luas atau menggunakan jasa instruktur profesional demi keselamatan bersama. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi semua orang akan pentingnya kewaspadaan ekstra dan etika berkendara, terutama di waktu-waktu produktif di mana mobilitas warga sedang meningkat tajam.

Terkini