OKU, PENINJAUAN – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Peninjauan sukses memastikan seluruh rangkaian ibadah peringatan Tahun Baru Saka 1948 atau Hari Raya Nyepi Tahun 2026 berjalan aman dan kondusif. Pengamanan ketat dilakukan di titik-titik pemukiman umat Hindu yang tersebar di wilayah Kecamatan Peninjauan dan Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Peninjauan untuk menjamin ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama ritual keagamaan berlangsung.
Kegiatan pengamanan secara resmi dimulai pada Kamis, 19 Maret 2026, sekitar pukul 09.30 WIB, meskipun personel kepolisian telah bersiaga sejak sehari sebelumnya. Pengawasan intensif dilakukan guna memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang sedang menjalankan prosesi ritual keagamaan secara nasional. Fokus utama petugas adalah memastikan lingkungan tetap tenang sehingga warga dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan dari pihak luar.
Terdapat empat titik utama yang menjadi fokus pemantauan personel kepolisian di wilayah hukum Polsek Peninjauan. Lokasi tersebut meliputi Desa Lubuk Rukam dengan estimasi 150 warga yang beribadah, Desa Penilikan (Sp. 4) sebanyak 100 orang, Desa Makarti Jaya (Sp. 6) berjumlah 150 orang, dan Desa Lubuk Kemiling di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya yang diikuti oleh sekitar 50 warga. Di setiap lokasi, kepolisian menempatkan tim khusus untuk melakukan patroli rutin di sekitar kediaman warga.
Secara teknis, pengamanan ini melibatkan personel yang terbagi dalam empat tim kecil di bawah koordinasi Katim PAM masing-masing. Di Desa Lubuk Rukam dipimpin oleh AIPTU Supeiyanto, Desa Penilikan oleh AIPTU Ahrif, Desa Makarti Jaya oleh AIPTU Herliyato, dan Desa Lubuk Kemiling oleh AIPDA Victor Leonidas. Masing-masing tim diperkuat oleh tiga personel yang melakukan patroli mulai dari Rabu, 18 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Kamis, 19 Maret 2026 pukul 18.00 WIB.
Langkah pengamanan ini diambil karena perayaan Nyepi merupakan agenda rutin yang tercantum dalam kalender Kamtibmas Polri. Mengingat sifat ibadah Nyepi yang menuntut keheningan total, kehadiran Polri sangat diperlukan untuk memitigasi potensi gangguan keamanan. Polsek Peninjauan menyadari bahwa perlindungan terhadap hak beribadah setiap warga negara adalah prioritas utama demi menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten OKU.
Petugas di lapangan memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang dijalani umat Hindu, yakni Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak mencari hiburan). Karena warga berdiam diri di dalam rumah, personel kepolisian meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak pidana pencurian (Curat dan Curanmor). Hal ini menjadi atensi karena beberapa lokasi ibadah atau kediaman warga tidak memiliki area parkir tertutup yang memadai.
Kapolsek Peninjauan, AKP Deddy Iskandar, SE, menyatakan bahwa sebelum hari pelaksanaan, pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Ketua Agama Hindu setempat. Koordinasi ini bertujuan untuk memetakan setiap rangkaian kegiatan dan mengantisipasi ancaman dari pihak-pihak yang mungkin tidak senang dengan jalannya ibadah tersebut. Sinergi antara kepolisian dan tokoh agama terbukti efektif dalam menciptakan deteksi dini terhadap segala bentuk gangguan ketertiban masyarakat.
Hingga berakhirnya masa pengamanan, situasi di seluruh wilayah Kecamatan Peninjauan dilaporkan tetap kondusif, aman, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya indikasi gangguan dari oknum tertentu maupun ancaman teror yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Kesuksesan pengamanan ini mencerminkan tingginya kesadaran toleransi masyarakat di Kabupaten OKU serta kesiapsiagaan Polri dalam menjaga kedaulatan ibadah setiap pemeluk agama.