Tragedi Berdarah di Lapo Tuak Batu Kuning: Dua Pengeroyok Diringkus Polisi, Dua Lainnya Buron

Maret 19, 2026 WIB Last Updated 2026-03-19T08:09:02Z
BATURAJA – Insiden berdarah yang melibatkan aksi pengeroyokan secara bersama-sama menggemparkan warga Kelurahan Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu malam, 18 Maret 2026, sekira pukul 21.30 WIB di sebuah warung tuak milik Sdr. Lipson yang terletak di Jalan Cor Batu Kuning. Kejadian ini melibatkan empat orang terlapor yang diduga melakukan penganiayaan berat terhadap dua orang korban hingga menyebabkan luka serius.

Pihak kepolisian mengidentifikasi empat orang terduga pelaku dalam insiden ini. Dua di antaranya telah berhasil diamankan oleh Sat Reskrim Polres OKU, yakni Suwandi (38), seorang wiraswasta warga Batu Kuning, dan Sudirman (68), warga Sukajadi. Sementara itu, dua pelaku lainnya yang berinisial MI (30) dan FI (32) hingga saat ini masih dalam pengejaran petugas dan telah ditetapkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Di sisi lain, dua orang pria menjadi korban dalam aksi kekerasan massal ini. Korban pertama adalah Anwar Simangunsong (55), yang menderita luka robek di kening bagian kiri serta luka sayat pada telapak tangan kirinya. Korban kedua, Beriman Mangan Sing (45), mengalami luka yang jauh lebih parah pada bagian kening sebelah kiri. Berdasarkan informasi terbaru, Beriman saat ini masih menjalani perawatan intensif (rawat inap) di Rumah Sakit Antonio akibat luka-luka yang dideritanya.

Pemicu awal pertikaian ini disinyalir bermula dari perselisihan sepele pada sore hari sebelum kejadian utama, tepatnya sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, pelaku Sudirman dan korban Beriman sedang mengonsumsi minuman tuak di Lapo milik Sdr. Burlian. Di tengah suasana tersebut, terjadi cekcok mulut yang memanas antara keduanya yang dipicu oleh pembahasan mengenai masalah internal gereja.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika Sudirman hendak berpamitan pulang dan membayar minuman. Secara tiba-tiba, Beriman melayangkan pukulan ke arah wajah Sudirman hingga pria lansia tersebut jatuh tersungkur. Meski sempat dilerai oleh saksi-saksi di lokasi dan Sudirman sempat dibawa berobat ke bidan di KPR Sukajadi oleh Sdr. Tampubolon, rupanya insiden pemukulan awal ini menyulut rasa dendam di pihak pelaku

Pasca mendapatkan pengobatan, Sudirman ternyata tidak membiarkan masalah tersebut selesai begitu saja. Ia kembali mendatangi Lapo tuak milik Sdr. Burlian dengan mengendarai mobil Toyota Hilux. Tidak datang sendiri, Sudirman membawa serta anaknya, Hari Suwandi, dan dua rekan lainnya (MI dan FI) untuk mengklarifikasi sekaligus melakukan aksi balasan atas pemukulan yang ia alami sebelumnya.

Situasi di lokasi kembali mencekam saat Suwandi turun dari mobil dan mempertanyakan alasan ayahnya dipukuli. Tanpa menunggu penjelasan panjang, situasi langsung berubah menjadi aksi anarkis. Sudirman beserta rombongannya langsung melakukan serangan membabi buta terhadap Anwar dan Beriman. Serangan tersebut mengakibatkan kedua korban mengalami luka robek dan sayatan benda tajam yang cukup parah di bagian kepala dan tangan.

Merespons laporan masyarakat, Sat Reskrim Polres OKU bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan pengejaran. Polisi berhasil meringkus Sudirman dan Suwandi tak lama setelah aksi tersebut, namun MI dan FI berhasil melarikan diri. Saat ini, kedua pelaku yang tertangkap terancam dijerat Pasal 468 Juncto Pasal 262 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait pengeroyokan dan penganiayaan secara bersama-sama.

Terkini