Banjir Baturaja Timur Tak Kunjung Usai, Polisi Desak Solusi Permanen untuk Drainase Jalan Nasional

Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T22:33:19Z

BATURAJA – Bencana banjir kembali melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur, pada Sabtu pagi (28/3/2026). Air mulai naik dan merendam wilayah Taman Sari RT 03 RW 03 sekitar pukul 09.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini memaksa personel kepolisian dari Polsek Baturaja Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan monitoring dan pengamanan bagi warga yang terdampak.

Ketinggian air dalam genangan banjir kali ini terpantau cukup signifikan, yakni mencapai kisaran 50 hingga 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sedikitnya terdapat 8 rumah warga yang terendam air secara langsung. Dampak dari musibah ini dirasakan oleh minimal 12 Kepala Keluarga (KK) yang terpaksa harus menyelamatkan barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi agar tidak mengalami kerugian materiil lebih lanjut.

Tidak hanya menyasar rumah tinggal, luapan air juga melumpuhkan aksesibilitas dan operasional sejumlah fasilitas publik di sekitarnya. Aktivitas di sekitar eks Kantor KUA Baturaja Timur dilaporkan terhambat total akibat genangan air yang memutus jalan. Selain itu, sebuah sekolah swasta yang berada dekat dengan lokasi terdampak juga turut merasakan imbasnya, sehingga proses belajar mengajar atau kegiatan administrasi di sana mengalami kendala besar.

Kapolsek Baturaja Timur, AKP Azwan, SH., MH., melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, mengungkapkan bahwa penyebab utama bencana ini bukanlah sekadar faktor alam, melainkan buruknya sistem drainase. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa saluran air di sepanjang jalur jalan nasional lintas tengah Sumatera sudah tidak memadai. Ukuran drainase yang kecil di titik sekitar bengkel mobil Enggano dinilai menjadi titik hambat utama yang tidak mampu mengalirkan derasnya debit air hujan.

Ironisnya, AKP Ferri menegaskan bahwa persoalan saluran air yang mampet ini bukanlah masalah baru yang mengejutkan warga setempat. Kondisi infrastruktur drainase yang tidak layak tersebut diketahui telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan perbaikan yang mendasar. Kurangnya perhatian terhadap kapasitas pembuangan air di jalur lintas nasional ini mengakibatkan kawasan Taman Sari menjadi langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba.

Sejauh ini, langkah-langkah yang diambil oleh instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, dinilai masih bersifat reaktif dan sementara. Penanganan yang dilakukan biasanya hanya terbatas pada penyedotan air menggunakan mesin pompa setelah banjir terjadi. Pihak kepolisian pun mendorong agar pemerintah daerah dan pihak terkait segera merumuskan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus dihantui oleh banjir berulang.

Selama proses monitoring berlangsung, jajaran Polsek Baturaja Timur terus memberikan imbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) serta peringatan keselamatan bagi warga. Personel kepolisian disiagakan di lokasi untuk membantu proses evakuasi jika sewaktu-waktu debit air kembali meningkat drastis. Beruntung, hingga pemantauan terakhir dilakukan, situasi di lokasi tetap terjaga dalam keadaan aman, kondusif, dan tidak ada laporan korban jiwa.

Sebagai penutup, AKP Ferri menegaskan komitmen Polsek Baturaja Timur untuk terus mendukung penuh upaya penanggulangan banjir di wilayah hukum mereka. Pihak kepolisian berjanji akan terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten OKU guna mencari jalan keluar permanen terkait pembangunan infrastruktur drainase. Keamanan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama kepolisian dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi ke depan.

Terkini