Wujud Nyata Pembinaan, Rutan Baturaja Sukses Sulap Tembok Penjara Jadi Kebun Melon Produktif

Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T08:43:48Z

BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali membuktikan bahwa jeruji besi bukan merupakan penghalang bagi kreativitas dan produktivitas. Pada Sabtu (14/02/2026), suasana di dalam Rutan tampak berbeda dari biasanya. Para petugas dan warga binaan berkumpul di area perkebunan untuk melaksanakan panen raya buah melon, sebuah pencapaian yang menandai keberhasilan program pembinaan kemandirian di lembaga tersebut.

Kegiatan panen raya ini dilaksanakan langsung di area lahan yang sebelumnya tidak terpakai atau "lahan tidur" di lingkungan internal Rutan Baturaja. Inisiatif pemanfaatan lahan ini diambil sebagai respons nyata terhadap instruksi pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan tangan dingin para warga binaan, lahan yang dulunya gersang kini berubah menjadi hamparan hijau yang menghasilkan buah melon berkualitas tinggi.
Keberhasilan ini merupakan buah manis dari Program Pembinaan Kemandirian yang dijalankan secara konsisten oleh pihak Rutan. Program ini dirancang bukan hanya sebagai pengisi waktu luang, melainkan sebagai wadah edukasi agribisnis yang komprehensif. Para warga binaan dilatih untuk memahami siklus pertanian modern, mulai dari persiapan media tanam yang presisi hingga teknik perawatan tanaman yang menuntut kedisiplinan tinggi.

Proses budidaya melon ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melibatkan pendampingan ketat dari petugas pemasyarakatan dan tenaga ahli pertanian. Selama masa tanam, para warga binaan belajar mengenai manajemen pemberian nutrisi, pengendalian hama secara alami, hingga penentuan waktu panen yang tepat agar menghasilkan buah dengan kadar kemanisan optimal. Edukasi teknis inilah yang menjadi modal utama bagi mereka untuk berkembang.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, yang hadir langsung di sela-sela kegiatan panen, menyatakan rasa bangganya atas etos kerja yang ditunjukkan oleh anak didiknya. Beliau menegaskan bahwa panen melon ini adalah pesan kuat kepada publik bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah. Rutan Baturaja berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada pemulihan martabat manusia melalui keahlian yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Fitri Yady menjelaskan bahwa tujuan akhir dari program ini adalah reintegrasi sosial yang sukses. Dengan memiliki keahlian di bidang pertanian, para warga binaan diharapkan memiliki kepercayaan diri dan modal keterampilan untuk membuka usaha mandiri setelah mereka menghirup udara bebas nantinya. Hal ini diharapkan dapat menekan angka residivisme karena mereka telah memiliki mata pencaharian yang layak.

Keberhasilan panen kali ini juga memicu rencana strategis bagi Rutan Baturaja untuk memperluas skala produksi mereka. Pihak manajemen berencana menambah luas area tanam dan mulai mencoba diversifikasi jenis tanaman hortikultura lainnya. Ambisi besarnya adalah menjadikan area perkebunan ini sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang dikelola secara profesional dan menjadi rujukan agrowisata terbatas di wilayah Baturaja.

Sebagai penutup, aksi nyata ini memposisikan Rutan Baturaja sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan di level daerah. Melalui sinergi antara pembinaan manusia dan pemanfaatan alam, Rutan telah membuktikan bahwa kontribusi positif bagi negara bisa datang dari mana saja, termasuk dari balik tembok penjara. Panen melon ini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan warga binaan yang lebih hijau dan produktif.

Terkini