Perumda Pasar OKU Pastikan Kondusivitas Pasar Atas Selama Ramadhan"

Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-21T00:56:15Z
BATURAJA –OKU Memasuki hari ketiga pantauan Media Barometeroku, di lapangan, di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Sabtu, 21 Februari 2026, denyut nadi perekonomian masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mulai menunjukkan peningkatan drastis. Pasar Atas yang terletak di Kecamatan Baturaja Timur, sebagai pusat perdagangan tradisional terbesar di wilayah tersebut, terpantau mengalami lonjakan aktivitas yang signifikan dibandingkan hari-hari biasanya. Fenomena ini menandai antusiasme warga dalam menyambut bulan penuh berkah dengan pemenuhan kebutuhan pangan yang meningkat.
Keramaian di jantung kota Baturaja ini sudah mulai terlihat sejak dini hari, tepatnya pukul 03.00 WIB, di saat sebagian besar warga lainnya masih terlelap. Para pedagang dari berbagai pelosok desa dan kelurahan di wilayah OKU berduyun-duyun datang lebih awal untuk mempersiapkan lapak mereka. Langkah ini diambil agar saat subuh tiba, seluruh komoditas dagangan sudah tertata rapi dan siap diserbu oleh pembeli yang ingin mencari bahan segar untuk persiapan santap sahur maupun stok berbuka puasa.
Aktivitas perdagangan yang intens ini dikelola secara langsung oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kabupaten OKU. Seluruh area lapak dan los yang disediakan tampak penuh sesak oleh pedagang yang antusias menjajakan barangnya. Transformasi suasana pasar yang biasanya tenang di jam-jam kecil menjadi riuh rendah dengan lalu lalang kendaraan pengangkut barang, menciptakan pemandangan khas "pasar subuh" yang menjadi urat nadi kehidupan warga Baturaja Timur.
Berbagai jenis komoditas tersedia melimpah di sini, mulai dari sayur-mayur hijau yang segar hingga lauk-pauk seperti ayam potong dan ikan. Tak ketinggalan, tempe dan tahu yang menjadi primadona protein nabati masyarakat juga tersedia dalam jumlah besar. Selain bahan mentah, pasar juga mulai dipenuhi oleh para penjual aneka takjil dan minuman segar pencuci dahaga seperti cendol, dawet, dan kolang-kaling yang menjadi menu wajib saat berbuka puasa nantinya.

Peningkatan aktivitas ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan. Warga cenderung lebih memilih memasak sendiri di rumah untuk memastikan kualitas gizi keluarga saat sahur dan berbuka, sehingga permintaan akan bahan pangan segar melonjak tajam. Selain itu, tradisi berburu takjil yang sudah mendarah daging mendorong para pelaku UMKM kuliner untuk menyetok bahan baku lebih banyak dari biasanya demi mengejar omzet maksimal.

Interaksi sosial di dalam pasar digambarkan sangat hidup, di mana aroma khas rempah dan tawar-menawar harga dengan logat khas Ogan mewarnai setiap sudut transaksi. Pembeli yang didominasi oleh ibu rumah tangga dan pengelola rumah makan tampak piawai memilih barang berkualitas. Meski kondisi pasar semakin padat menjelang waktu subuh, alur pergerakan pembeli masih terbilang lancar berkat penataan lapak yang mulai teratur sesuai zonasi yang ditetapkan pengelola.

Faktor keamanan juga menjadi prioritas utama demi menjamin kenyamanan transaksi di waktu rawan. Sejumlah petugas keamanan dari pihak Pasar Atas serta aparat kepolisian setempat terlihat berjaga di titik-titik strategis untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan ketertiban pedagang agar tetap berjualan di tempat yang disediakan. Hingga saat ini, situasi dilaporkan sangat kondusif tanpa adanya insiden kriminalitas atau gangguan keamanan yang berarti selama proses bongkar muat barang berlangsung.

Menutup aktivitas pagi tersebut, para pedagang menyatakan optimisme bahwa omzet mereka akan terus merangkak naik seiring berjalannya bulan Ramadhan. Sementara itu, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan diharapkan terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di Pasar Atas. Langkah pemantauan ini krusial dilakukan guna mencegah spekulasi harga yang dapat memberatkan daya beli masyarakat di tengah momentum suci ini.

Terkini