Jeruji Besi Bukan Penghalang Ibadah: Rutan Baturaja Bekali Warga Binaan Ilmu Fiqih Puasa demi Kualitas Hijrah

Februari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-02-19T10:45:36Z

BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja terus berupaya mentransformasi diri menjadi wadah pembinaan kepribadian yang bermutu bagi para penghuninya. Pada Kamis (19/02/2026), Rutan Baturaja secara resmi menggelar kegiatan pembinaan rohani yang berfokus pada pendalaman materi Fiqih Puasa. Langkah ini diambil sebagai bentuk persiapan spiritual bagi warga binaan dalam menyambut bulan suci yang akan datang.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas Rutan Baturaja ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pihak Rutan dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sinergi ini menghadirkan para penyuluh agama profesional yang berkompeten di bidangnya untuk memberikan edukasi langsung kepada ratusan warga binaan yang hadir dengan antusias.
Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman literasi agama yang kuat mengenai tata cara beribadah puasa yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Pihak Rutan menyadari bahwa banyak warga binaan yang memiliki keinginan besar untuk berubah, namun seringkali terkendala oleh kurangnya akses terhadap ilmu agama yang mendasar dan benar secara teknis.

Dalam pemaparannya, penyuluh dari Kemenag OKU mengupas tuntas mengenai syarat sah, rukun puasa, hingga hal-hal mikro yang berpotensi membatalkan ibadah tersebut. Penjelasan dilakukan secara interaktif, di mana warga binaan diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai problematika ibadah yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari di dalam blok hunian.
Lebih dari sekadar transfer informasi, tujuan mendalam dari pembinaan ini adalah untuk memastikan bahwa ibadah yang dilakukan tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna. Dengan memahami aspek fiqih, diharapkan setiap tetes keringat dan rasa lapar yang dirasakan warga binaan selama berpuasa kelak memiliki nilai pahala yang sempurna dan berdampak pada pengendalian diri mereka.

Kepala Rutan Baturaja menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui jalur agama adalah pilar penting dalam proses rehabilitasi. Beliau percaya bahwa memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Tuhan-Nya akan secara otomatis memperbaiki perilaku sosial mereka. Oleh karena itu, materi fiqih puasa ini dianggap sebagai instrumen vital untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kolektif.

Suasana kegiatan tampak khidmat sekaligus hangat, menunjukkan adanya semangat "hijrah" yang kuat di kalangan warga binaan. Mereka diajak untuk menyadari bahwa jeruji besi bukanlah penghalang untuk menjadi ahli ibadah, melainkan tempat "pesantren singkat" untuk mendalami ilmu agama yang mungkin selama ini terabaikan saat mereka masih berada di luar.

Sebagai penutup, program ini diharapkan menjadi katalisator perubahan perilaku yang permanen bagi para warga binaan. Pihak Rutan Baturaja berkomitmen bahwa setiap langkah kecil menuju kebaikan yang ditanamkan hari ini akan membawa perubahan besar bagi masyarakat saat para warga binaan ini bebas dan kembali ke tengah-tengah keluarga nantinya.

Terkini