Perkuat Pembinaan Kepribadian, Rutan Baturaja Gelar Program Pesantren Bersama MUI OKU

Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-04T11:09:49Z
BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja terus menunjukkan komitmen nyata dalam melakukan transformasi karakter bagi para warga binaan. Melalui program inovatif pembinaan kepribadian berbasis pesantren, pihak Rutan berupaya menciptakan lingkungan yang edukatif dan religius. Program ini dirancang untuk menyentuh sisi spiritual narapidana agar mereka tidak hanya menjalani masa hukuman secara fisik, tetapi juga mengalami pembaharuan batin yang mendalam.

Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitul Ghafur yang terletak di dalam kompleks Rutan Kelas IIB Baturaja. Kegiatan pembinaan kerohanian ini dilaksanakan sebagai agenda rutin yang diprioritaskan oleh jajaran Humas Rubaraja. Kehadiran para warga binaan yang berkumpul sejak pagi hari menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk menimba ilmu agama di tengah keterbatasan ruang gerak mereka.
Langkah strategis diambil oleh Rutan Baturaja dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sebagai mitra utama. Sinergi ini menghadirkan sosok ulama kompeten, Ustadz Ajib Abdul Majid, yang bertindak langsung sebagai mentor dan pembimbing. Kerja sama lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan bahwa materi keagamaan yang disampaikan memiliki standar kualitas yang baik dan relevan dengan kebutuhan pemulihan mental para warga binaan.

Tujuan utama dari pelaksanaan pembinaan berbasis pesantren ini adalah untuk membentuk pondasi karakter yang kokoh dan meningkatkan kualitas keimanan warga binaan. Pihak Rutan menyadari bahwa sistem pemasyarakatan modern tidak hanya menitikberatkan pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembinaan mental dan spiritual. Dengan bekal rohani yang kuat, diharapkan para warga binaan memiliki benteng diri yang mampu mencegah mereka mengulangi kesalahan masa lalu saat kembali ke lingkungan masyarakat nantinya.

Proses bimbingan berlangsung dengan metode interaktif yang melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta. Ustadz Ajib Abdul Majid memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan melalui ceramah yang menyejukkan sekaligus memotivasi. Tidak hanya mendengarkan, warga binaan juga diajak untuk merefleksikan diri melalui rangkaian kegiatan ibadah yang disusun secara sistematis layaknya kurikulum di sebuah pondok pesantren formal.

Rangkaian kegiatan inti dalam pertemuan kali ini meliputi pembelajaran intensif membaca Al-Qur’an dan sesi Istighosah bersama. Selain itu, materi khusus mengenai "Empat Adab dalam Kehidupan Sehari-hari" menjadi sorotan utama dalam pembelajaran tersebut. Materi adab ini sangat penting sebagai pedoman etika bagi warga binaan dalam berinteraksi dengan sesama penghuni maupun petugas, serta sebagai modal perilaku sosial yang santun di masa depan.

Sepanjang kegiatan, suasana di Masjid Baitul Ghafur terasa sangat kondusif dan penuh kekhusyukan. Para warga binaan tampak tekun menyimak setiap arahan dan materi yang disampaikan oleh perwakilan MUI OKU. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud nyata dari dedikasi Rutan Baturaja dalam memberikan hak-hak pembinaan bagi warga binaan secara maksimal, selaras dengan semangat pemasyarakatan yang humanis.

Sebagai penutup, program pembinaan kerohanian ini diharapkan menjadi titik balik bagi para warga binaan untuk terus memperbaiki diri secara berkelanjutan. Rutan Baturaja berkomitmen untuk terus konsisten menjalankan program berbasis pesantren ini sebagai agenda unggulan. Dengan menanamkan nilai moral dan spiritual yang kuat, Rutan Baturaja optimis dapat mencetak pribadi-pribadi baru yang siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara setelah menyelesaikan masa pidananya.

Terkini