OGAN KOMERING ULU – Sebuah aksi nyata dalam menjaga fasilitas publik ditunjukkan oleh jajaran Polsek Ulu Ogan yang bersinergi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta ratusan warga lokal. Mereka secara sukarela melaksanakan kegiatan gotong royong berskala besar untuk membersihkan jalan poros utama di wilayah Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap infrastruktur vital yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat setempat.
Kegiatan yang sarat akan nilai kebersamaan ini dilaksanakan pada Senin pagi, 2 Februari 2025. Konsentrasi massa dipusatkan di Desa Belandang, yang merupakan salah satu titik krusial di jalur poros utama kecamatan. Sejak pukul 07.00 WIB, para peserta sudah berkumpul dengan membawa berbagai peralatan kerja, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk memulai pembersihan jalur yang selama ini mulai tertutup oleh vegetasi liar.
Secara teknis, aksi bersih-bersih ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral yang sangat solid. Tokoh-tokoh penting yang hadir di lapangan antara lain Camat Ulu Ogan beserta jajarannya, personel Bhabinkamtibmas dari Polsek Ulu Ogan, Babinsa dari unsur TNI, hingga tim dari BPBD Kecamatan. Tidak ketinggalan, perwakilan kepala desa dan warga dari tujuh desa di wilayah Kecamatan Ulu Ogan turut tumpah ruah ke jalan, menciptakan pemandangan solidaritas yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dan rakyat.
Kapolsek Ulu Ogan, Ipda Omi F, S.E., melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, menjelaskan bahwa urgensi dari kegiatan ini adalah untuk menjamin keselamatan para pengguna jalan. Hal ini dikarenakan semak belukar yang tumbuh tidak terkendali di bahu jalan seringkali menutupi pandangan pengendara (blind spot), yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Selain itu, aspek estetika dan kenyamanan lingkungan juga menjadi prioritas agar akses utama kecamatan ini terlihat lebih rapi dan terawat.
Sasaran fisik utama dalam gotong royong ini adalah pembersihan total terhadap rumput liar, semak belukar, dan sampah yang menumpuk di bahu jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer. Area kerja membentang luas mulai dari sisi kiri dan kanan Jembatan Kisiran di Desa Gunung Meraksa hingga mencapai titik akhir di Desa Belandang. Jarak 6 kilometer tersebut dibersihkan secara teliti guna memastikan tidak ada lagi hambatan visual bagi masyarakat yang melintas
Metode pembersihan dilakukan secara tradisional dan manual untuk menjangkau sudut-sudut jalan yang sulit dibersihkan dengan mesin besar. Seluruh peserta, tanpa memandang pangkat dan status sosial, bahu-membahu menggunakan alat sederhana seperti sabit, cangkul, dan golok. Semangat "berat sama dipikul, ringan sama dijinjing" sangat terasa saat para pejabat kecamatan dan warga biasa bekerja berdampingan membersihkan tumpukan sampah dan memangkas dahan pohon yang menjuntai ke jalan.
Hingga berakhirnya kegiatan pada pukul 11.30 WIB, aksi ini dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Selama empat setengah jam bekerja, Polsek Ulu Ogan juga melakukan fungsi pengamanan sekaligus monitoring situasi melalui pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa selain kebersihan fisik jalan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut tetap terkendali dan kondusif.
Sebagai penutup, AKP Ferri Zulfian menegaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi dari arahan Presiden RI untuk terus menghidupkan budaya gotong royong di tengah masyarakat modern. Harapannya, sinergi positif ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan menjadi budaya berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan. Dengan kondisi jalan yang bersih, diharapkan tingkat kecelakaan menurun dan rasa kepemilikan masyarakat terhadap fasilitas umum semakin meningkat.