BATURAJA – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) bersama personel Polsek Baturaja Timur melaksanakan pengamanan intensif terhadap aksi damai yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Peduli OKU pada Rabu (28/01/2026). Massa yang terdiri dari gabungan elemen masyarakat tersebut mendatangi dua titik sentral, yakni Kantor Dinas Kesehatan OKU dan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU, guna menyuarakan aspirasi terkait kebijakan publik.
Kegiatan pengamanan diawali dengan apel kesiapan yang dilaksanakan di halaman Mapolres OKU sekitar pukul 09.00 WIB. Apel ini dipimpin langsung oleh Kabag Ren Polres OKU, AKP Rusamsi, dengan didampingi Kasiwas Polres OKU, AKP Abdul Mujib. Langkah awal ini bertujuan untuk memastikan seluruh personel memahami standar operasional prosedur (SOP) dalam mengawal penyampaian pendapat di muka umum agar tetap berjalan sesuai koridor hukum.
Dalam apel tersebut, AKP Rusamsi menekankan pentingnya pendekatan humanis namun tetap waspada dalam menjaga ketertiban. Sejumlah perwira strategis turut hadir memastikan kesiapan pasukan, di antaranya Kasat Intelkam Polres OKU AKP Budiyono, Iptu A. Malau, serta Iptu Fahrudin. Sinergi antara satuan fungsi di Polres dan Polsek Baturaja Timur dikerahkan secara maksimal untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.
Tepat pukul 10.00 WIB, Aliansi Masyarakat Peduli OKU memulai pergerakannya di bawah komando Amrul Alamsyah, SE selaku Koordinator Lapangan dan Elvis Rahmanse sebagai Koordinator Aksi. Kehadiran massa di lokasi aksi langsung disambut dengan pagar betis personel kepolisian yang telah bersiaga di titik-titik krusial guna menjamin kelancaran arus lalu lintas dan keamanan aset negara yang didatangi.
Pemicu utama aksi ini adalah adanya keresahan warga mengenai pengelolaan anggaran kesehatan di wilayah tersebut. Dalam pernyataan sikapnya, massa menyoroti dugaan kejanggalan pada proyek rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur kesehatan. Fokus utama tuntutan mereka tertuju pada proyek fisik di Puskesmas Peninjauan serta Puskesmas Pembantu (Pustu) Air Paoh yang dinilai memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Massa mendesak agar Dinas Kesehatan memberikan klarifikasi transparan dan meminta Kejaksaan Negeri OKU untuk turun tangan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap pengerjaan proyek tersebut. Para demonstran membawa sejumlah alat peraga aksi dan melakukan orasi secara bergantian, menuntut agar kualitas bangunan Puskesmas benar-benar sesuai dengan standar demi kepentingan layanan kesehatan masyarakat luas.
Selama proses negosiasi dan penyampaian orasi, pihak Polres OKU berperan aktif memfasilitasi komunikasi antara perwakilan massa dengan pihak Dinas Kesehatan maupun Kejaksaan. Berkat pengawalan yang ketat namun persuasif, aspirasi dapat disampaikan secara langsung kepada pejabat terkait tanpa ada insiden anarkis, sehingga situasi di sekitar lokasi tetap terjaga dengan sangat kondusif hingga massa membubarkan diri.
Menutup rangkaian kegiatan, Polres OKU memastikan bahwa seluruh rangkaian aksi dari awal hingga berakhirnya orasi berjalan dengan aman dan lancar. Pengamanan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen nyata Polri dalam memberikan pelayanan prima serta menjamin hak setiap warga negara untuk bersuara, sekaligus memastikan stabilitas keamanan di wilayah hukum Kabupaten OKU tetap terjaga dengan baik.