Baturaja – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan warga binaan melalui penyelenggaraan Program Pembinaan Kerohanian Berbasis Pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di lingkungan Rutan Baturaja.
Program pembinaan ini menyasar warga binaan pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Baturaja sebagai peserta utama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual, moral, dan akhlak warga binaan selama menjalani masa pidana, sehingga mereka memiliki kesiapan mental dan keimanan saat kembali ke masyarakat.
Pelaksanaan pembinaan dirancang menyerupai sistem pendidikan di pondok pesantren pada umumnya. Warga binaan dibekali berbagai materi keagamaan, mulai dari baca tulis Al-Qur’an, pemahaman dasar ajaran Islam, hingga praktik ibadah wajib dan sunnah yang diterapkan secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari di dalam rutan.
Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengubah paradigma rutan dari sekadar tempat penahanan menjadi sarana pembinaan yang produktif dan bermakna.
Menurutnya, pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesadaran diri warga binaan. “Kami ingin ketika mereka bebas nanti, warga binaan tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga membawa bekal iman yang kuat serta akhlak yang lebih baik untuk kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat,” ujar Fitri Yady.
Dalam mendukung pelaksanaan program ini, Kemenag OKU menurunkan sejumlah penyuluh agama profesional yang memberikan materi pembinaan secara rutin dan terstruktur. Para penyuluh tersebut berperan aktif dalam membimbing, memberikan motivasi spiritual, serta menjadi teladan bagi warga binaan.
Sinergi antara Rutan Baturaja dan Kemenag OKU ini diharapkan mampu menyentuh aspek terdalam warga binaan, khususnya dalam proses rehabilitasi perilaku. Pembinaan spiritual diyakini menjadi salah satu kunci utama dalam menekan potensi residivisme serta membangun kesadaran hidup yang lebih baik.
Melalui program pesantren di dalam rutan ini, Rutan Baturaja tidak lagi hanya berfungsi sebagai pembatas fisik, melainkan bertransformasi menjadi ruang pembinaan rohani dan moral, sekaligus menjadi gerbang awal bagi warga binaan untuk menjemput hidayah dan membuka lembaran kehidupan yang baru.