Kepala Rutan Baturaja: Kesehatan Adalah Hak Dasar Warga Binaan yang Harus Terus Terjaga

Januari 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-31T07:51:00Z
BATURAJA – Suasana di balik jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja mendadak berubah menjadi penuh energi pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Ratusan warga binaan beserta jajaran petugas rutan berkumpul menjadi satu di lapangan utama untuk mengikuti agenda "Sabtu Sehat". Kegiatan ini bukan sekadar olahraga biasa, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

Program rutin ini dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yadi, beserta seluruh jajaran pejabat struktural dan staf administratif. Kehadiran para pimpinan di tengah-tengah warga binaan menunjukkan komitmen lembaga dalam menghapus sekat komunikasi dan membangun kekeluargaan. Partisipasi aktif dari seluruh elemen rutan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan tetap bisa tumbuh subur meski di lingkungan yang terbatas secara ruang gerak.
Kegiatan diawali tepat saat matahari mulai naik, dipandu oleh instruktur senam profesional yang sengaja didatangkan untuk memberikan variasi gerakan yang efektif. Irama musik yang energik dan penuh semangat seketika membakar suasana, mengajak seluruh peserta untuk bergerak aktif. Dari gerakan pemanasan yang perlahan hingga latihan inti yang memacu jantung, lapangan rutan berubah menjadi panggung kebugaran yang sangat dinamis.

Filosofi di balik "Sabtu Sehat" ini berakar pada kesadaran bahwa kesehatan adalah hak asasi yang paling dasar, termasuk bagi mereka yang sedang kehilangan kemerdekaannya. Pihak rutan memahami bahwa lingkungan yang terisolasi berisiko tinggi memicu stres dan penurunan imunitas. Oleh karena itu, olahraga rutin dipilih sebagai instrumen utama untuk meminimalisir dampak negatif tersebut sekaligus menjaga stabilitas emosional para warga binaan.
Dalam arahannya di sela-sela kegiatan, Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yadi, menekankan bahwa tubuh yang sehat adalah modal utama untuk mengikuti program pembinaan lainnya. Beliau menjelaskan bahwa tanpa fisik yang prima, proses transformasi kepribadian yang diberikan oleh pihak rutan tidak akan terserap secara maksimal. Fitri Yadi menginginkan setiap warga binaan memiliki daya tahan tubuh yang kuat agar mereka tidak mudah jatuh sakit selama masa tahanan.

Interaksi yang terjadi selama senam berlangsung tampak sangat cair; tidak ada jarak yang kaku antara petugas yang berbaju olahraga dengan warga binaan. Mereka bergerak dalam ritme yang sama, tertawa bersama, dan saling memberi semangat saat gerakan senam semakin intens. Pemandangan ini menciptakan atmosfer positif yang sangat mendukung proses rehabilitasi sosial, di mana warga binaan merasa tetap dihargai sebagai manusia seutuhnya.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang bagi para warga binaan sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat. Fitri Yadi menegaskan bahwa Rutan Baturaja bertanggung jawab penuh untuk memastikan mereka keluar dalam keadaan yang lebih baik daripada saat mereka masuk. Dengan tubuh yang bugar dan mental yang sehat, diharapkan para warga binaan memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk memulai lembaran hidup baru nantinya.

Acara ditutup dengan sesi pendinginan yang tenang dan ramah tamah singkat untuk memulihkan tenaga. Raut wajah segar dan senyum lebar tampak jelas menghiasi wajah para peserta, menandakan keberhasilan agenda pagi itu dalam menyuntikkan semangat baru. Melalui konsistensi kegiatan "Sabtu Sehat" ini, Rutan Kelas IIB Baturaja optimis dapat menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang jauh lebih produktif, sehat, dan humanis bagi semua pihak.

Terkini