PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya untuk terus hadir di garda terdepan dalam membantu masyarakat. Melalui momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel menggelar program Bakti Sosial berskala besar yang menyentuh langsung pemenuhan kebutuhan dasar warga yang membutuhkan. Langkah ini merupakan wujud nyata dari implementasi program Polri Presisi, di mana institusi kepolisian tidak hanya berfokus pada penegakan hukum semata, melainkan juga aktif dalam penguatan ketahanan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Kegiatan puncak dari rangkaian aksi kemanusiaan ini dilaksanakan dengan khidmat di Lapangan Wira Bhakti Pakri, Palembang, pada Selasa, 23 Juni 2026. Acara strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Tidak hanya berskala lokal, kegiatan di Palembang ini juga terhubung secara virtual dengan Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta, yang dipimpin langsung oleh Kapolri beserta jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, sebagai bagian dari gerakan bakti sosial serentak di seluruh penjuru Indonesia.
Dalam acara puncak tersebut, Polda Sumsel mendistribusikan sebanyak 1.500 paket bantuan sosial (bansos) secara langsung kepada warga. Setiap paket yang dibagikan berisi bahan-bahan kebutuhan pokok penting untuk meringankan beban dapur harian warga, meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, teh, hingga mi instan. Pembagian ribuan paket sembako di Lapangan Wira Bhakti Pakri ini menjadi simbol dari kepedulian mendalam Polri terhadap situasi ekonomi masyarakat yang sedang membutuhkan uluran tangan.
Penyaluran 1.500 paket sembako tersebut rupanya hanyalah bagian kecil dari program sosial berkelanjutan yang jauh lebih besar. Berdasarkan data komprehensif yang dihimpun, jajaran Polda Sumsel ternyata telah bergerak secara konsisten selama tiga bulan terakhir, terhitung sejak April hingga Juni 2026. Sepanjang periode tersebut, total bantuan yang berhasil disalurkan ke berbagai wilayah di Sumatera Selatan mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sebanyak 37.754 paket sembako.
Selain memberikan bantuan pangan, Polda Sumsel juga menaruh perhatian besar pada kelayakan infrastruktur tempat tinggal dan kesehatan sanitasi masyarakat. Terbukti, dalam kurun waktu tiga bulan yang sama, institusi ini telah berhasil merenovasi sebanyak 92 unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga menjadi hunian yang lebih aman dan nyaman. Tak berhenti di situ, jajaran kepolisian juga membangun 74 titik fasilitas air bersih baru di berbagai daerah krisis air, guna memastikan masyarakat mendapatkan akses air bersih yang layak untuk kehidupan sehari-hari.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam sambutannya menekankan bahwa indikator keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari aspek pertumbuhan ekonomi semata. Menurutnya, keberhasilan sejati terjadi saat negara mampu hadir secara konkret dan menghadirkan kesejahteraan yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat kecil. Kehadiran Polri dalam program ini dirancang untuk menjadi bagian dari solusi konkret atas berbagai dinamika persoalan sosial yang ada.
Sejalan dengan visi Kapolda, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Maesa Soegriwo, S.I.K., S.H., yang ikut terlibat langsung dalam operasi kemanusiaan ini menjelaskan mengenai teknis di lapangan. Beliau memastikan bahwa seluruh personel dari berbagai satuan kerja di Polda Sumsel telah bergerak secara terpadu dan terintegrasi. Hal ini dilakukan demi menjamin bahwa seluruh bantuan fisik, perbaikan rumah, maupun logistik sembako dapat tersalurkan secara akurat dan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Menutup rangkaian informasi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa masyarakat akan selalu menjadi fokus utama dari pelayanan pelayanan Polri. Melalui perayaan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polda Sumsel berharap hubungan emosional dan kemitraan antara Polri dan masyarakat dapat semakin erat. Transformasi menuju institusi yang modern, humanis, dan responsif ini diharapkan mampu mewujudkan provinsi Sumatera Selatan yang tidak hanya aman secara stabilitas, tetapi juga maju dan sejahtera.