Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) melalui Polsek Baturaja Barat menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga kerukunan umat beragama pada momentum peringatan Kenaikan Isa Almasih, Kamis (14/5/2026). Langkah ini dilakukan melalui pengamanan ketat di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah Kecamatan Baturaja Barat untuk memastikan rangkaian ibadah berjalan tanpa hambatan. Kehadiran aparat di tengah masyarakat ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin kebebasan menjalankan keyakinan bagi setiap warga negara.
Secara administratif, dasar hukum pergerakan personel kepolisian ini tertuang dalam Surat Perintah Kapolres OKU Nomor: Sprin/440/V/OPS.1.2.4/2026. Surat perintah tersebut menginstruksikan pelaksanaan pengamanan khusus pada momentum hari besar keagamaan di seluruh wilayah Kabupaten OKU. Dengan adanya payung hukum ini, penempatan personel di titik-titik rahasia maupun terbuka dilakukan secara terukur guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Fokus utama pengamanan dipusatkan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus yang berlokasi di Kelurahan Air Gading, Kecamatan Baturaja Barat. Gereja ini menjadi salah satu pusat konsentrasi jemaat terbesar di wilayah tersebut, mengingat nilai historis dan kapasitas bangunannya yang mampu menampung banyak umat. Sejak pagi buta, petugas sudah bersiaga di area gerbang dan pintu masuk gereja guna melakukan sterilisasi serta menyambut kedatangan para jemaat dengan pendekatan yang santun.
Ibadah syukur tersebut dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB hingga berakhir pukul 09.00 WIB. Suasana khidmat menyelimuti ruang utama gereja saat sekitar 500 jemaat larut dalam doa dan puji-pujian. Peringatan tahun ini terasa lebih bermakna karena kapasitas gereja tampak terisi penuh oleh umat yang datang dari berbagai penjuru Baturaja Barat untuk merayakan momen kenaikan Yesus Kristus ke surga.
Romo IG Andrius Vian Darma yang memimpin jalannya ibadah, menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh melalui khotbah bertema “Dari Kasih Allah Menjadi Berkah: Menjadi Pribadi yang Semakin Saleh dan Manusiawi”. Dalam narasinya, ia mengajak seluruh umat Kristiani untuk tidak hanya saleh secara ritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Pesan ini diharapkan mampu mendorong jemaat menjadi pembawa berkah bagi sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Dari sisi teknis keamanan, pengamanan di lokasi dipimpin langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Ipda Yopi Evran. Selaku Kanit Propam Polsek Baturaja Barat, ia membawahi enam personel gabungan yang disiagakan di berbagai titik strategis gereja. Pola pengamanan dilakukan dengan cara mengawasi area parkir, pintu masuk utama, hingga area sekitar bangunan untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya peribadatan.
Kapolsek Baturaja Barat menekankan bahwa seluruh personel yang bertugas diinstruksikan untuk mengedepankan sisi humanis. Polisi tidak hanya sekadar berjaga dengan senjata atau atribut lengkap, tetapi juga berinteraksi secara aktif dan ramah kepada para jemaat yang hadir. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan ketenangan batin bagi masyarakat, sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk tanpa merasa terintimidasi oleh kehadiran aparat.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dan jemaat kembali ke rumah masing-masing, situasi dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gesekan maupun gangguan kamtibmas yang berarti selama jalannya acara. Keberhasilan pengamanan ini menjadi cerminan sinergi yang baik antara pihak kepolisian, pengurus gereja, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Ogan Komering Ulu.