BATURAJA — Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) secara resmi membuka kegiatan Penataran Wasit dan Juri Pencak Silat Tahun 2026. Agenda krusial ini dilaksanakan dalam rangka meregenerasi sekaligus meningkatkan standar profesionalisme para pengadil lapangan di cabang olahraga bela diri warisan budaya bangsa tersebut. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat ini menandai dimulainya komitmen jangka panjang IPSI OKU dalam meningkatkan mutu pertandingan di wilayahnya.
Kegiatan pelatihan yang bernilai strategis ini dipusatkan di Gedung Diknas yang berlokasi di Jalan Kemiling, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat representatif untuk mengakomodasi seluruh rangkaian kegiatan, baik yang bersifat pemaparan teori di dalam kelas maupun simulasi praktik perwasitan. Rangkaian penataran ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari penuh, terhitung sejak dibuka secara resmi pada Senin, 18 Mei 2026.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 63 peserta yang berasal dari berbagai perguruan pencak silat di bawah naungan IPSI Kabupaten OKU antusias mengikuti penataran ini. Prosesi pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama, yang kemudian disusul dengan kumandang Mars IPSI guna membakar semangat para peserta. Seluruh hadirin tampak khusyuk mengikuti jalannya awal acara sebelum memasuki sesi pengarahan dari jajaran pengurus.
Ketua Panitia Pelaksana, H. Eka, dalam laporan pertamanya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para narasumber yang bersedia hadir, serta kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu. Beliau menjelaskan bahwa pelatihan intensif selama dua hari ini didesain sebagai wadah kolektif untuk membekali para wasit dan juri dengan pemahaman regulasi terbaru. Melalui penataran ini, panitia berharap kualitas kepemimpinan pertandingan di Kabupaten OKU dapat meningkat secara signifikan.
Dukungan penuh terhadap kemajuan prestasi silat lokal juga ditegaskan oleh Ketua IPSI Kabupaten OKU, Yoni Rusdianto. Dalam pidato sambutannya, ia mengajak seluruh elemen pencak silat di OKU untuk merapatkan barisan dan menyatukan visi demi kemajuan organisasi. Yoni menggarisbawahi bahwa Kabupaten OKU ke depannya akan menjadi tuan rumah bagi berbagai ajang dan turnamen pencak silat tingkat daerah, sehingga kesiapan perangkat pertandingan menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi.
Lebih lanjut, Yoni Rusdianto secara khusus berpesan kepada 63 peserta penataran agar selalu menanamkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dalam setiap laga yang mereka pimpin nantinya. Menurutnya, sebuah kompetisi yang sehat dan melahirkan atlet berkualitas hanya bisa tercipta jika dipimpin oleh wasit dan juri yang adil. Setelah memberikan arahan dan motivasi, Ketua IPSI OKU tersebut secara resmi membuka kegiatan Penataran Wasit dan Juri Tahun 2026, yang kemudian ditutup khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh Triwardani.
Pada sesi pembekalan berikutnya, Ketua Pelaksana Harian IPSI OKU, Anton Sukatmin, atau yang akrab disapa Mbah Anton, memberikan arahan teknis yang sangat tegas mengenai kode etik. Ia menekankan bahwa seorang wasit dan juri wajib memiliki integritas yang kokoh dan harus bersikap "tegak lurus" dalam menegakkan aturan yang berlaku di gelanggang tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Mbah Anton juga membocorkan rencana strategis ke depan, di mana IPSI OKU tengah merancang berbagai terobosan berupa penyelenggaraan event-event besar demi mengasah mental bertanding atlet sekaligus jam terbang perangkat pertandingan.
Guna memastikan materi yang disampaikan memiliki bobot yang berstandar tinggi, IPSI Kabupaten OKU tidak main-main dengan mendatangkan narasumber dan wasit senior langsung dari Kota Palembang, yaitu Pohan Kurniawan dan Bayu Iswana. Kehadiran para pakar ini diharapkan mampu mentransfer ilmu, menyamakan persepsi aturan pertandingan terbaru, serta membagikan pengalaman internasional mereka. Melalui investasi SDM ini, IPSI OKU optimis dapat melahirkan korps wasit dan juri yang profesional, berintegritas, serta mampu membawa pencak silat Ogan Komering Ulu menuju era kejayaan yang baru.