BATURAJA – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (Polres OKU) menunjukkan aksi nyata dalam melayani masyarakat melalui peresmian pembangunan sumur bor. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Polres OKU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten OKU yang bertujuan untuk mengatasi kesulitan akses air bersih di wilayah pelosok.
Peresmian yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 tersebut, dipusatkan di Lingkungan Tegal Arum, Jalan Lintas Sumatera KM 14, Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Kecamatan Baturaja Timur. Lokasi ini dipilih karena merupakan area yang membutuhkan perhatian khusus terkait infrastruktur air bersih, terutama untuk mendukung aktivitas harian warga dan kelompok tani setempat.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., memimpin langsung jalannya acara dengan didampingi oleh Waka Polres OKU, KOMPOL Eryadi Yuswanto, SH., MH. Kehadiran para pejabat utama (PJU) Polres OKU, Kapolsek Baturaja Timur, Kapolsek Baturaja Barat, hingga Danramil Kota mempertegas komitmen lintas sektor dalam menyukseskan program pengadaan air bersih ini.
Acara yang dimulai sekira jam 10.00 WIB ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda Sumatera Selatan. Menariknya, kegiatan di tingkat wilayah ini dipantau dan diresmikan secara virtual melalui zoom meeting oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, yang memberikan arahan langsung dari markas besar Polda Sumsel terkait pentingnya mitigasi krisis air.
Dalam sambutannya, AKBP Endro Aribowo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah OKU dan Dinas PUPR yang telah memberikan dukungan penuh. Beliau menegaskan bahwa sumur bor ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas kendala lingkungan yang dihadapi warga selama ini.
Setelah prosesi peresmian, Kapolres OKU juga memberikan bantuan sosial (Bansos) berupa paket sembako kepada warga Lingkungan Tegal Arum secara simbolis. Langkah ini dilakukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dengan warga binaan, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara yang humanis.
Puncak acara ditandai dengan penggunaan pertama sumur bor secara simbolis di hadapan perwakilan Camat Baturaja Timur, Lurah Sepancar, serta pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Air yang mengalir dari sumur dalam tersebut disambut antusias oleh warga yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca untuk memenuhi kebutuhan air mereka.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.50 WIB dalam situasi yang aman, lancar, dan kondusif. Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan sumur bor tersebut dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang di Kelurahan Sepancar Lawang Kulon.