Sungai Wall Meluap 1 Meter, Polsek Lubuk Batang Siaga Satu Pantau Pemukiman Warga

Mei 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T11:34:21Z

OKU — Tingginya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu kembali memicu kenaikan debit air sungai. Kali ini, Polsek Lubuk Batang melalui jajaran Bhabinkamtibmas bergerak cepat melakukan monitoring intensif terhadap meluapnya Sungai Wall yang mulai mengancam pemukiman warga pada Minggu (3/5/2026).

Langkah sigap ini diambil oleh Polres OKU guna memastikan keselamatan masyarakat di wilayah hukum Polsek Lubuk Batang. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, debit air Sungai Wall yang melintasi Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, mengalami kenaikan drastis hingga air meluber ke jalanan dan masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa ketinggian air yang merendam pemukiman warga mencapai sekitar 1 meter. Luapan ini disebabkan oleh volume air kiriman dari hulu yang tidak lagi mampu ditampung oleh badan sungai, sehingga menggenangi area rendah yang padat penduduk di sepanjang bantaran Sungai Wall.

Meskipun genangan air cukup tinggi, pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini situasi masih terkendali. Beruntung, belum ditemukan adanya laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan. Kondisi ini terpantau stabil karena warga setempat telah memiliki kesiapsiagaan yang baik dalam menghadapi siklus kenaikan air.

Menariknya, di tengah kondisi air yang merendam sebagian wilayah, aktivitas masyarakat setempat terpantau masih berlangsung normal. Warga tetap menjalankan rutinitas harian dengan penuh kehati-hatian sembari terus memantau pergerakan air yang berada tepat di depan pintu rumah mereka masing-masing.

Kapolsek Lubuk Batang, Iptu Jenizar, melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam dan terus melakukan patroli rutin. Pemantauan berkala dilakukan setiap jam untuk mengantisipasi potensi adanya banjir susulan yang lebih besar, mengingat cuaca yang masih belum menentu.

Selain melakukan pemantauan fisik, pihak kepolisian juga memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dan instansi terkait sebagai langkah mitigasi dini. Koordinasi ini penting untuk memastikan kesiapan jalur evakuasi dan bantuan darurat apabila debit air terus merangkak naik dan membahayakan keselamatan warga.

Sebagai langkah penutup, AKP Ferri Zulfian memberikan imbauan keras agar masyarakat tetap waspada dan tidak meremehkan situasi. Warga diminta segera memberikan laporan cepat kepada Bhabinkamtibmas atau kepolisian terdekat jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan agar tindakan penyelamatan dapat dilakukan sesegera mungkin.

Terkini