Gempur Halinar, Rutan Baturaja Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Besar-Besaran dan Tes Urine Massal

Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T09:29:38Z

BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja menunjukkan taringnya dalam upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan kondusif. Pada Jumat (08/05/2026), institusi ini menggelar razia besar-besaran yang menyasar peredaran barang-barang terlarang di dalam blok hunian. Operasi ini dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus penindakan tegas terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Baturaja, Fitri Yady, dengan didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR), Alwi Adinoto. Operasi ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan implementasi konkret dari Instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai penguatan pengawasan keamanan. Fokus utama penggeledahan adalah untuk memastikan Rutan steril dari pengaruh handphone ilegal, narkoba, serta praktik penipuan (Scamming).
Dalam menjaga objektivitas dan transparansi, Rutan Baturaja bersinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lintas sektor. Personel dari Polsek Baturaja Timur, yang diwakili oleh Kanitreskrim dan Babinkamtibmas, serta personel Babinsa dari Koramil 0404 turut diterjunkan ke lapangan. Kehadiran unsur TNI dan Polri ini mempertegas komitmen kuat antarinstansi dalam memitigasi segala bentuk gangguan keamanan secara kolektif dan terintegrasi.

Proses penggeledahan dilakukan dengan menyisir setiap sudut kamar hunian secara mendetail oleh petugas gabungan. Meski dilakukan secara menyeluruh, petugas tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan menjunjung tinggi profesionalisme. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada celah bagi praktik ilegal atau penyimpanan barang terlarang di dalam rutan, tanpa mengabaikan hak-hak dasar serta martabat para warga binaan yang sedang menjalani masa pidana.
Tidak hanya fokus pada fisik bangunan dan barang bawaan, manajemen Rutan Baturaja juga melakukan pengawasan ketat terhadap faktor manusia atau integritas personelnya. Sebagai bentuk pembuktian bahwa instansi ini bersih dari keterlibatan narkoba, pihak rutan menyelenggarakan tes urine mendadak di lokasi kegiatan. Langkah ini merupakan filter penting untuk memastikan bahwa baik petugas maupun warga binaan tidak ada yang terpapar zat adiktif.

Kegiatan tes urine tersebut diikuti secara wajib oleh seluruh jajaran pegawai Rutan Baturaja tanpa terkecuali, serta sejumlah perwakilan dari warga binaan yang dipilih secara acak. Hasil dari tes urine ini diharapkan menjadi bukti nyata bagi publik mengenai integritas petugas dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya pengawasan internal yang ketat, Rutan Baturaja berupaya memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba dari segala sisi, baik dari luar maupun dari dalam.
Selain tindakan represif berupa penggeledahan, aspek preventif atau pencegahan juga menjadi sorotan utama dalam agenda ini. Pihak Rutan menggelar sesi sosialisasi khusus mengenai bahaya narkoba bagi para warga binaan. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak destruktif zat terlarang, baik bagi kesehatan fisik, mental, maupun dampaknya terhadap masa depan mereka setelah bebas nantinya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menegaskan bahwa operasi ini adalah janji nyata institusi kepada masyarakat untuk bertransformasi ke arah yang lebih baik. Beliau menyatakan bahwa paket lengkap yang terdiri dari penggeledahan, tes urine, dan edukasi ini merupakan konsistensi Rutan Baturaja dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bersih secara berkelanjutan demi mendukung program pemasyarakatan yang sukses.

Terkini