BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja menunjukkan sisi humanisnya dengan menyelenggarakan aksi simpatik berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis pada Sabtu (09/05/2026). Kegiatan yang dipusatkan di area ruang layanan kunjungan ini menyasar dua target utama, yakni keluarga warga binaan yang sedang berkunjung serta masyarakat umum yang tinggal di lingkungan sekitar Rutan.
Pelaksanaan agenda kesehatan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah konkret dalam mengimplementasikan instruksi pusat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata terhadap Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-25.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Sekitar, yang mewajibkan satuan kerja pemasyarakatan untuk berkontribusi langsung pada kesejahteraan publik.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi hari. Area layanan kunjungan yang biasanya menjadi tempat temu kangen, kali ini bertransformasi menjadi pusat pemeriksaan kesehatan yang dipadati warga. Banyak dari mereka yang merupakan keluarga warga binaan memanfaatkan momentum ini untuk memeriksakan kondisi fisik mereka sembari menunggu antrean kunjungan rutin di akhir pekan tersebut.
Dalam teknis pelaksanaannya, Rutan Baturaja menerjunkan tim medis internal yang dibantu secara kolaboratif oleh tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan setempat. Sinergi ini memastikan pelayanan berjalan profesional dan efisien, dimulai dari proses pendataan pasien, pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, hingga sesi konsultasi medis yang mendalam bagi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan.
Selain mendapatkan pemeriksaan fisik secara cuma-cuma, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan kesehatan yang krusial. Petugas medis secara aktif memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat lebih mawas diri terhadap kondisi kesehatan mereka secara mandiri setelah kembali ke rumah masing-masing.
Fokus edukasi lainnya yang menjadi sorotan adalah upaya deteksi dini terhadap penyakit tidak menular (PTM). Mengingat tren penyakit kronis yang kian meningkat, tim medis memberikan arahan mengenai gejala awal dan langkah pencegahan penyakit seperti hipertensi dan diabetes. Hal ini diharapkan dapat menurunkan risiko kesehatan jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja Rutan Baturaja.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, yang memantau langsung jalannya kegiatan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari pengabdian pemasyarakatan. Beliau menyampaikan bahwa rutan tidak boleh menjadi institusi yang eksklusif atau tertutup, melainkan harus hadir sebagai tetangga yang baik bagi masyarakat. Kehadiran Rutan diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang positif secara berkelanjutan.
Kegiatan yang berjalan dengan tertib dan lancar ini ditutup dengan komitmen Rutan Baturaja untuk terus melaksanakan program-program kemanusiaan serupa secara berkala. Melalui semangat transformasi pemasyarakatan yang lebih berdampak dan profesional, Rutan Baturaja berupaya membangun hubungan yang harmonis dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja jajaran pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan.