Jalan Kaki 3 Bulan dari Semarang ke Muba, Satu Keluarga Dievakuasi Polres OKU ke Travel

April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T15:58:48Z

Peristiwa kemanusiaan yang menggetarkan hati terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ketika jajaran kepolisian setempat menemukan satu keluarga asal Sungai Lilin, Musi Banyuasin, yang terlantar. Keluarga yang terdiri dari Widodo (50), istrinya Naila (32), dan putri mereka Aluna (8), ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan setelah melakukan aksi nekat berjalan kaki selama tiga bulan sebelas hari. Mereka menempuh perjalanan ribuan kilometer dari Semarang menuju kampung halaman mereka di Sumatera Selatan akibat dihimpit kesulitan ekonomi yang luar biasa.

Penemuan keluarga malang ini terjadi secara tidak sengaja pada Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Desa Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat. Saat itu, tim dari Polres OKU yang terdiri dari PAMAPTA 1 Ipda Erwinsyah, S.H., PAWAS Ipda M. Anwar, dan Bripda Gilang sedang dalam perjalanan kembali menuju Mapolres. Para petugas baru saja menyelesaikan tugas penanganan kasus kriminal di Desa Sukaraya sebelum pandangan mereka teralihkan oleh sosok tiga orang yang berjalan gontai di bawah terik matahari yang menyengat.
Kecurigaan petugas muncul saat melihat Widodo dan keluarganya memanggul dua tas besar dengan langkah kaki yang tampak sangat kelelahan. Tanpa ragu, Ipda M. Anwar beserta tim segera menghentikan kendaraan dinas mereka untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pertolongan pertama. Saat diinterogasi singkat di pinggir jalan, Widodo mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa mereka telah berada di jalanan selama lebih dari seratus hari tanpa kendaraan, hanya mengandalkan kekuatan fisik untuk sampai ke rumah.

Penyebab utama dari tragedi ini bermula dari janji pekerjaan yang tidak kunjung terwujud di Semarang. Widodo awalnya berangkat ke Jawa karena mendapat undangan dari seorang kepala sekolah untuk mengerjakan proyek pembuatan patung. Namun, setibanya di sana, proyek tersebut batal terlaksana karena kendala anggaran Dana BOS. Nasib mereka semakin terpuruk ketika seluruh uang tabungan dan dokumen identitas mereka raib dicuri orang saat mereka tengah beristirahat di sebuah masjid, meninggalkan mereka tanpa modal sedikit pun untuk pulang.
Selama tiga bulan perjalanannya melintasi berbagai kota dan provinsi, keluarga ini menghadapi tantangan hidup yang sangat berat. Ipda Erwinsyah menceritakan bahwa Widodo dan keluarganya sering kali jatuh sakit akibat perubahan cuaca dan kelelahan yang ekstrem. Tanpa uang untuk menyewa penginapan, masjid-masjid di sepanjang jalur lintas menjadi satu-satunya tempat bagi mereka untuk memejamkan mata dan sekadar melepas penat sebelum melanjutkan langkah panjang ke arah Sumatera.

Melihat kondisi kesehatan dan psikologis keluarga tersebut, jajaran Polres OKU segera mengambil langkah diskresi kemanusiaan. Atas instruksi pimpinan, para petugas mengevakuasi ketiganya menuju agen travel resmi di Baturaja. Pihak kepolisian tidak hanya memastikan mereka mendapatkan kursi di angkutan umum, tetapi juga menanggung seluruh biaya tiket perjalanan, memberikan uang makan, serta memberikan uang saku agar mereka tidak lagi kelaparan selama sisa perjalanan menuju Palembang.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., memberikan apresiasi tinggi atas kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh anggotanya di lapangan. Menurutnya, tindakan ini adalah implementasi nyata dari tugas Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga yang sedang mengalami kesulitan, terutama dalam situasi darurat yang mengancam keselamatan nyawa seperti yang dialami keluarga Widodo.

Suasana haru menyelimuti momen keberangkatan mereka saat sore mulai meredup. Aluna, sang putri kecil yang awalnya tampak trauma dan takut melihat seragam polisi, akhirnya bisa tersenyum lebar saat hendak naik ke mobil travel. Sebelum kendaraan melaju membawa mereka menuju Palembang dan selanjutnya ke Sungai Lilin, Widodo sempat mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Polres OKU atas bantuan yang telah menyambung harapan hidup keluarganya untuk kembali berkumpul dengan kerabat di kampung halaman.

Terkini