BATURAJA — Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah titik di wilayah Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), terendam banjir pada Senin (30/03/2026). Menanggapi situasi darurat tersebut, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., memimpin langsung jalannya monitoring di lapangan untuk memantau perkembangan debit air secara aktual. Langkah respons cepat ini diambil guna memastikan langkah mitigasi bencana berjalan efektif dan meminimalisir risiko bagi keselamatan warga yang terdampak.
Kapolres OKU tidak turun sendirian; beliau didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres OKU, mulai dari Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Lantas, Kasat Samapta, hingga Kapolsek Baturaja Timur. Sinergi lintas sektoral juga terlihat jelas dengan kehadiran Camat Baturaja Timur, Kepala Desa Air Paoh, Lurah Sukaraya, Kades Tanjung Baru, serta personel dari Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU. Kehadiran para pemangku kebijakan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan cepat terhadap wilayah yang paling parah terdampak luapan air.
Tim gabungan menyisir lokasi-lokasi krusial yang menjadi titik kumpul genangan, di antaranya kawasan depan eks Kantor KUA Sukaraya, Jalan Pancur Desa Tanjung Baru, hingga pemukiman di samping Bengkel Mobil Enggano. Berdasarkan hasil tinjauan teknis, air diketahui telah meluap hingga ke badan jalan utama, yang secara otomatis memutus kelancaran arus lalu lintas dan menghambat aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat setempat. Kondisi ini menuntut penanganan segera agar mobilitas warga tidak lumpuh total.
Data dari hasil monitoring menunjukkan tingkat kerawanan yang cukup tinggi, di mana genangan air di beberapa titik dilaporkan mencapai kedalaman sekitar 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa. Banjir ini berdampak langsung pada sedikitnya 22 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni 19 unit rumah warga di beberapa kelurahan dan desa. Kenaikan debit air yang cukup drastis ini memaksa warga untuk mengamankan barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah.
Selain sektor pemukiman, banjir kali ini juga melumpuhkan sektor pendidikan dan layanan publik. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif atau Akper Al-Ma’arif turut terendam, yang mengakibatkan aktivitas akademik terganggu sepenuhnya. Area di sekitar eks Kantor KUA Baturaja Timur pun tidak luput dari genangan tinggi, sehingga akses bagi masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut menjadi sangat sulit dan berbahaya jika dipaksakan menggunakan kendaraan bermotor.
Rincian data warga terdampak di Kelurahan Sukaraya, khususnya di Lorong Tangkil RT 01 RW 03, mencatat nama-nama seperti Sofian Erlis, Nasolati, Maulana, hingga Indra Wangsa sebagai pemilik hunian yang terendam. Sementara itu, di RT 03 RW 03, selain rumah Bapak Suharmasto, fasilitas umum seperti kantor KUA dan kampus kesehatan juga terdampak signifikan. Di Desa Air Paoh, tepatnya di Jalan Dr. Moh. Hatta RT 03 Dusun 7, sejumlah warga seperti Komarudin, Johan, dan Wawan juga melaporkan kondisi hunian yang sudah kemasukan air.
Hingga pukul 11.30 WIB, situasi di lapangan dilaporkan masih fluktuatif dengan adanya kenaikan debit air sekitar ±20 cm di depan eks Kantor KUA. Merespons hal ini, Tim BPBD OKU segera melakukan tindakan darurat dengan menyiagakan serta mengoperasikan beberapa mesin penyedot air di lokasi-lokasi strategis. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pembuangan air ke saluran drainase primer guna mengurangi tekanan banjir dan mencegah luapan meluas ke pemukiman lain yang lebih padat.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran Pemerintah Daerah dan BPBD akan terus melakukan pemantauan selama 24 jam penuh hingga situasi benar-benar kondusif. Kapolres juga menginstruksikan personelnya untuk tetap siaga di lokasi terdampak guna membantu evakuasi jika diperlukan dan menjamin keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan warga. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan volume genangan air.