Polda Sumsel Siagakan 1.000 Personel dan 2.746 Pos dalam Operasi Ketupat Musi 2026

Maret 12, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T21:28:54Z

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, secara resmi menyatakan kesiapan penuh jajaran kepolisian dalam mengawal kelancaran arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Musi 2026. Kepastian ini ditegaskan dalam Apel Gelar Pasukan yang berlangsung khidmat di Halaman Griya Agung Palembang pada Kamis pagi, 12 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan akan sangat signifikan di wilayah Sumatera Selatan pada tahun ini.

Dalam pelaksanaannya, operasi kemanusiaan berskala besar ini mengerahkan sedikitnya 1.000 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Pengerahan kekuatan besar ini bertujuan untuk menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban di titik-titik krusial, mulai dari jalur lintas provinsi hingga pusat-pusat keramaian di seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Sumatera Selatan.

Apel yang menjadi tanda dimulainya operasi ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang membacakan amanat Kapolri. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Wakapolda Sumsel Rony Samtana, pimpinan TNI, serta unsur Forkopimda dalam upacara penyematan pita operasi menunjukkan kuatnya komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah dan aparat keamanan. Sinergi ini dianggap vital agar setiap tantangan di lapangan dapat diatasi melalui koordinasi satu pintu yang responsif.

Alasan utama penguatan pengamanan ini adalah adanya data survei Kementerian Perhubungan yang memproyeksikan pergerakan masyarakat secara nasional mencapai angka fantastis, yakni 143,9 juta orang pada periode Lebaran 2026. Sumatera Selatan, sebagai salah satu gerbang utama jalur darat di Pulau Sumatera, diprediksi akan menjadi titik tumpu kepadatan kendaraan. Oleh karena itu, kesiapan sarana dan prasarana harus dipastikan matang sebelum puncak arus mudik terjadi.

Untuk mengantisipasi kemacetan parah, Polda Sumsel telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas yang komprehensif, mencakup penerapan sistem one way, contra flow, hingga kebijakan ganjil-genap di ruas jalan tertentu yang rawan macet. Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang juga akan diberlakukan guna memberikan prioritas bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang. Langkah teknis ini diambil untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar.

Tidak hanya fokus pada jalur darat, pengamanan juga diperluas ke wilayah perairan dan objek vital lainnya melalui kerja sama berbagai satuan, termasuk Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud). Sebanyak 2.746 pos yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu telah disiagakan di jalur mudik utama serta pusat-pusat ekonomi. Penempatan pos-pos ini bertujuan agar petugas dapat memberikan respon cepat terhadap potensi gangguan keamanan maupun kebutuhan darurat pemudik.

Kapolda Sandi Nugroho menekankan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar rutinitas penegakan hukum, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya. Ia menginstruksikan seluruh personel untuk bertindak profesional namun tetap humanis dalam melayani masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" yang diusung kepolisian tahun ini guna memastikan tradisi pulang kampung tetap menjadi momen yang penuh kedamaian.

Operasi ini dijadwalkan berlangsung secara intensif selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengakhiri rangkaian persiapan dengan mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan memanfaatkan fasilitas pos pelayanan yang tersedia. Dengan persiapan yang matang dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan perayaan Idulfitri di Sumatera Selatan dapat berjalan kondusif tanpa kendala berarti.

Terkini