Dihadiri Kades dan Tokoh Adat, Prosesi Aqiqah dan Serah Terima Pengantin di Dusun 2 Kibang Berlangsung Khidmat

Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-15T09:18:40Z

Baturaja, Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Bapak Herman Arifin di Plora RT 006 RW 002 Desa Terusan saat digelarnya prosesi syukuran dan serah terima pengantin pada siang hari ini. Acara yang menggabungkan tradisi adat dan religius ini diawali dengan pembukaan yang hangat, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan dengan sangat merdu oleh Ustadz Zuber dari NTB, memberikan ketenangan bagi seluruh tamu undangan yang hadir.
Pihak tuan rumah yang diwakili oleh Bapak Daut, selaku Kadus Dusun 2 Kibang, menyampaikan kata sambutan pembuka sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu VIP. Dalam pidatonya, beliau menyapa dengan takzim kehadiran Kepala Desa Kojim, Ketua BPD beserta jajaran, petugas P2UKD Desa Terusan, Bapak Budiman, serta jajaran tokoh agama dan tokoh adat. Sambutan ini menegaskan betapa pentingnya sinergi antara perangkat desa dan tokoh masyarakat dalam mengawal setiap prosesi adat di wilayah tersebut.
Puncak emosional acara terjadi saat perwakilan keluarga mempelai perempuan dari Kelurahan Talang Jawa memberikan sambutan balasan. Mewakili Bapak Bakri Hitang, juru bicara keluarga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan luar biasa dari keluarga besar Bapak Herman Arifin. Mereka merasa sangat dimuliakan dengan fasilitas tempat yang nyaman serta hiburan karaoke yang telah mencairkan suasana, sehingga rombongan besar dari Talang Jawa merasa seperti berada di rumah sendiri.
Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga perempuan secara resmi menyerahkan putri mereka, Sri Wulandari, untuk menjadi bagian utuh dari keluarga besar di Desa Terusan. Penyerahan ini merupakan tindak lanjut setelah keduanya sah secara agama dan negara melalui prosesi ijab kabul yang telah dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026, di Kelurahan Talang Jawa. Momen ini menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar yang kini terikat dalam ikatan kekerabatan yang erat.
Namun, di balik kegembiraan tersebut, terselip kabar duka yang memicu rasa simpati seluruh yang  hadirin. Juru bicara keluarga mengungkapkan bahwa saat ini mempelai laki-laki, Darli tidak dapat hadir di tengah-tengah acara karena sedang diuji oleh Allah SWT dengan sakit. Darli  dikabarkan sedang menjalani perawatan intensif dan berbaring di rumah sakit, sebuah cobaan berat yang harus dihadapi tepat di masa-masa awal pernikahan mereka.
Keluarga besar Bapak Bakri Hitang pun memohon keridaan hati para tamu undangan, pemuka agama, dan sesepuh yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa demi kesembuhan Darli etaHarapan besar disampaikan agar penyakit sang mempelai segera diangkat oleh Yang Maha Kuasa, sehingga ia dapat kembali beraktivitas, pulih sediakala, dan segera berkumpul dengan keluarga besar serta istrinya untuk membina rumah tangga yang telah direncanakan.
Kepada keluarga Bapak Herman Arifin, pihak perempuan menitipkan pesan yang menyentuh hati agar Sri Wulandari dapat dibimbing, dibina, dan diayomi dengan penuh kasih sayang. Mereka berharap segala kekurangan Sri dapat dimaklumi dan diperbaiki bersama, sementara kelebihan yang ia miliki dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Penyerahan ini dilakukan dengan ikhlas dan kepercayaan penuh bahwa Sri akan menjadi menantu yang berbakti di tempat tinggal barunya.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan prosesi adat Marhaban dan pencukuran rambut (aqiqah) yang berjalan lancar. Seluruh rangkaian hajat ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar pasangan ini menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah, serta memegang teguh prinsip Baiti Jannati (Rumahku Surgaku). Meski diwarnai suasana haru akibat ketidakhadiran salah satu mempelai, acara tetap berlangsung sukses dan penuh keberkahan.

Terkini