OKU, SUMSEL – Semangat mewujudkan kedaulatan pangan nasional kini merambah hingga ke pelosok desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Pada sebuah langkah nyata yang memadukan peran aparat penegak hukum dan sektor pertanian, kegiatan penanaman jagung secara massal resmi dilaksanakan di Desa Ujan Mas, Kecamatan Pengandonan. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap instruksi pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat gotong royong ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Kepala Desa Ujan Mas hingga perwakilan dari Polsek Pengandonan. Kapolsek Pengandonan, AKP Haryanto, S.Ip., mendelegasikan kehadiran kepada Kanit Binmas Aipda Erwin Sasono. Turut hadir pula barisan Bhabinkamtibmas dari berbagai desa sekitar, yakni Aiptu Legiman, Aipda A. Rohim, dan Brigadir Rian Dimas, yang didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Welly, serta pemilik lahan, Erlan.
Fokus utama dari aksi lapangan ini adalah optimalisasi lahan seluas 1,25 hektare milik warga setempat. Penanaman jagung dipilih bukan tanpa alasan; komoditas ini dianggap sebagai pilar penting dalam struktur pangan nasional setelah padi. Lokasi di Desa Ujan Mas dipandang sangat potensial secara geografis dan kualitas tanah, sehingga diharapkan mampu menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Pengandonan dalam memanfaatkan lahan produktif secara maksimal.
Secara institusional, keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari program Kapolri yang mendorong optimalisasi sektor pertanian melalui sinergi lintas sektoral. Kapolsek Pengandonan melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, menegaskan bahwa kepolisian kini memiliki peran aktif sebagai fasilitator dan motivator bagi petani. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa program pemerintah tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh tanah petani.
Tujuan besar dari penanaman ini adalah untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. AKP Ferri Zulfian menjelaskan bahwa peningkatan produksi jagung di tingkat desa sangat krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor jagung dari luar negeri. Dengan terpenuhinya kebutuhan lokal, stabilitas harga komoditas utama di pasar dapat terjaga, sehingga daya beli masyarakat tetap aman di tengah fluktuasi ekonomi global.
Selain aspek produksi, program ini dirancang untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini sering kali merugikan petani kecil. Dengan adanya pendampingan dari PPL dan pengawasan dari aparat, diharapkan tercipta ekosistem perdagangan yang lebih adil. Manfaat nyatanya meliputi kepastian harga bagi petani di masa panen dan jaminan pasokan bagi sektor industri yang membutuhkan bahan baku jagung dalam jumlah besar.
Dalam teknis pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Desa Ujan Mas, Aiptu Legiman, melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan lahan dan ketersediaan bibit yang berkualitas. Proses penanaman dilakukan secara kolaboratif antara aparat dan masyarakat, yang juga berfungsi sebagai wadah edukasi bagi para petani mengenai teknik penanaman yang lebih efektif. Kehadiran personel Polri di tengah kebun ini pun menjadi tambahan motivasi moril bagi warga untuk lebih giat mengelola lahan mereka.
Sebagai penutup, seluruh hasil panen dari lahan di Desa Ujan Mas ini direncanakan akan langsung diserap oleh berbagai industri besar. Hal ini memberikan rasa tenang bagi pemilik lahan dan petani pengelola, karena pasar untuk hasil bumi mereka sudah tersedia secara pasti. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang ke komoditas pangan lainnya, menjadikan Kabupaten OKU sebagai salah satu lumbung pangan yang tangguh di Sumatera Selatan.