Drainase Diduga Tertimbun Ruko, Pemukiman di Perbatasan Air Paoh-Sukaraya Terendam

Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T03:14:04Z

Kondisi memprihatinkan kembali menyelimuti kawasan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baturaja Timur hingga Selasa, 3 Februari 2026. Genangan air yang cukup tinggi masih menutupi badan jalan utama dan area perkantoran, sehingga melumpuhkan sebagian aktivitas pelayanan publik dan mobilitas masyarakat setempat yang hendak melintas di jalur tersebut

Bencana banjir ini mulai mengepung wilayah tersebut sejak Senin pagi, 2 Februari 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah Baturaja selama dua malam berturut-turut. Luapan air kotor yang berasal dari drainase di samping kantor KUA meluber tak terkendali, hingga merembes masuk ke ruang-ruang pencatatan pernikahan dan rumah-rumah warga di sekitarnya.

Warga setempat, menjelaskan ke awak media, bahwa lokasi KUA Baturaja Timur memang sudah menjadi titik langganan banjir setiap kali musim penghujan tiba. Menurutnya, pemandangan air yang merendam jalan Dr. M. Hatta ini sudah dianggap sebagai hal yang biasa bagi warga sekitar karena frekuensi kejadiannya yang sangat sering tanpa ada perbaikan berarti.

Hingga saat ini, belum ada solusi konkret dari pihak terkait untuk membebaskan daerah tersebut dari kepungan banjir. Warga Tersebut menyayangkan bahwa meskipun dampak banjir sudah meluas hingga merendam akses jalan dan pemukiman, penanganan dari pihak berwenang terkesan lambat sehingga masyarakat harus terus bersiap menghadapi risiko banjir susulan.

Di sisi lain, masyarakat setempat bernama enggan disebut namanya mengeluhkan beban fisik dan mental yang harus ditanggung keluarganya akibat bencana rutin ini. Setiap kali air mulai naik, ia dan keluarganya harus bergegas memindahkan barang-barang berharga seperti peralatan elektronik, kasur, hingga sofa ke tempat yang lebih tinggi agar tidak mengalami kerusakan fatal akibat terendam air kotor.

Berdasarkan pengamatan masyarakat di lapangan, penyebab utama banjir ini diduga kuat akibat adanya penyempitan jalur pembuangan air. Drainase utama masyarakat ditimbun dan dialihfungsikan menjadi lahan ruko yang berlokasi di samping bengkel mobil Enggano, Jalan Lintas Sumatera, tepat pada perbatasan Desa Air Paoh dan Kelurahan Sukaraya.

Masyarakat mengaku sudah berulang kali melaporkan masalah penyempitan drainase ini kepada pihak pemerintah daerah, namun hingga kini laporan tersebut belum membuahkan hasil atau tindakan nyata. Masyarakat merasa pembangunan ruko di atas saluran air merupakan akar permasalahan yang membuat sistem pembuangan air tidak lagi mampu menampung debit hujan yang tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat setempat mengimbau kepada seluruh pengendara mobil maupun sepeda motor untuk tetap berhati-hati saat melintasi Jalan Dr. M. Hatta, eks Kantor KUA Baturaja Timur. Pengendara disarankan untuk mengurangi kecepatan atau mencari jalur alternatif guna menghindari potensi kendaraan mogok akibat genangan air yang masih cukup dalam.

Terkini