Polres OKU Gelar Program Tanjidor, Pembinaan Rohani bagi Tahanan Melalui Kegiatan Mengaji

Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T21:40:34Z

BATURAJA – Polres Ogan Komering Ulu (OKU) terus berkomitmen tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga pembinaan mental dan rohani bagi para tahanan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Program Tanjidor (Tahanan Mengaji Dengan Polri) yang dilaksanakan di ruang tahanan Polres OKU.
Kegiatan pembinaan rohani tersebut berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Tahanan Lantai 2 Polres OKU. Program ini menyasar para tahanan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian selama menjalani masa penahanan.

Kasat Binmas Polres OKU AKP Ujang Abdul Aziz, S.E., melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian, menyampaikan bahwa Program Tanjidor merupakan salah satu program unggulan Polres OKU dalam memberikan bimbingan rohani kepada para tahanan agar dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

“Melalui Program Tanjidor ini, para tahanan diberikan pembinaan rohani dengan belajar membaca Al-Qur’an serta praktik keagamaan lainnya. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana introspeksi diri dan membentuk pribadi yang lebih baik,” ujar AKP Ferri Zulfian menyampaikan keterangan Kasat Binmas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh sejumlah personel Polres OKU, yakni KBO Satbinmas Ipda Deni Arfan, S.E., M.Si., Paursubbag Watpers Bag SDM Ipda Mualimin, S.Pd., serta Banit Bhabinkamtibmas Bripda Rafli Widodo Firmansyah, S.P. yang secara langsung memberikan pendampingan dan bimbingan kepada para tahanan.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan utama dari Program Tanjidor ini adalah memberikan bekal spiritual kepada para tahanan agar mampu memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memiliki kesiapan mental untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

“Polres OKU berharap, melalui pembinaan rohani ini, para tahanan dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, menjauhi perbuatan melanggar hukum, dan mampu menjalani kehidupan yang lebih positif di masa mendatang,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari para tahanan yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Terkini