Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan kemandirian melalui inovasi yang berkelanjutan. Kali ini, inovasi tersebut datang dari para peserta magang yang berhasil mengimplementasikan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif ikan lele di lingkungan Rutan Baturaja.
Kegiatan inovatif ini dilaksanakan di area pembinaan kemandirian Rutan Kelas IIB Baturaja pada Rabu, 14 Januari 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan dalam memberikan keterampilan kerja yang aplikatif dan bernilai ekonomis bagi peserta magang serta warga binaan
Peserta magang Rutan Baturaja menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan kegiatan budidaya maggot BSF ini. Dengan pendampingan petugas pembinaan, mereka secara aktif mengelola seluruh proses, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan lele.
Latar belakang dilaksanakannya program ini adalah tingginya harga pakan pabrikan yang selama ini menjadi kendala dalam kegiatan budidaya perikanan. Kondisi tersebut mendorong peserta magang untuk mencari solusi alternatif yang lebih efisien, murah, dan mudah diterapkan di lingkungan Rutan.
Sebagai solusi, peserta magang memanfaatkan limbah organik dapur Rutan, seperti sisa makanan, sebagai media pengembangbiakan maggot BSF. Limbah tersebut diolah secara sederhana namun efektif sehingga dapat menghasilkan maggot berkualitas tinggi yang siap digunakan sebagai pakan lele.
Pemanfaatan maggot BSF ini dinilai sangat efektif karena memiliki kandungan protein tinggi yang dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele. Selain itu, penggunaan pakan alternatif ini mampu menekan biaya operasional pakan hingga 30–50 persen dibandingkan pakan pabrikan.
Tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, inovasi ini juga memberikan manfaat lingkungan dengan membantu mengurangi volume sampah organik di Rutan. Sistem pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan pun tercipta melalui pemanfaatan limbah dapur secara berkelanjutan.
Melalui program ini, Rutan Kelas IIB Baturaja tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pelatihan kerja yang produktif. Diharapkan, keterampilan yang diperoleh dari budidaya maggot BSF dan perikanan ini dapat menjadi bekal berharga bagi peserta magang dan warga binaan setelah kembali ke masyarakat serta turut mendukung ketahanan pangan mandiri.