SD IT Izzatul Ummah Baturaja Tegaskan Pentingnya Adab Sebelum Ilmu demi Wujudkan Siswa Berkarakter

September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-01T08:10:56Z
BATURAJA — SD IT Izzatul Ummah Baturaja kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui pesan edukatif bertema "Siswa Berkarakter" pada momentum bulan Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya sekolah untuk memotivasi seluruh warga sekolah dan masyarakat luas agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah dalam menuntut ilmu. Menuntut ilmu sendiri merupakan kewajiban yang melekat pada setiap muslim sepanjang hayatnya, mulai dari buaian hingga akhir hayat.

Melalui rilis resmi yang disampaikan pada bulan Agustus ini, pihak sekolah mengajak seluruh siswa, orang tua, dan pendidik untuk merenungkan kembali hakikat dari proses belajar. Sekolah memunculkan sebuah pertanyaan mendasar mengenai apakah sekadar menguasai ilmu pengetahuan sudah cukup untuk membekali seorang murid. Pertanyaan ini menjadi pijakan penting untuk menyadari bahwa penyerapan materi pelajaran di kelas tidak boleh dilepaskan dari pembentukan sikap dan etika.

SD IT Izzatul Ummah Baturaja menekankan bahwa menguasai ilmu saja tidak pernah cukup apabila tidak diimbangi dengan adab yang baik. Ibarat tubuh tanpa jiwa, ilmu tanpa adab akan kehilangan makna dan nilai keberkahannya di tengah masyarakat. Untuk memperkuat pesan tersebut, rilis ini mengutip nasihat bijak dari ulama besar Imam Al-Ghazali rahimahullah yang menyatakan bahwa ilmu tanpa adab ibarat racun yang mematikan.

Penegasan mengenai pentingnya adab didasarkan pada peran vital adab sebagai kunci utama untuk menerima dan meresapi manisnya ilmu pengetahuan. Mengutip pandangan Syaikhul Islam, barangsiapa yang tidak memiliki adab, maka ia tidak akan pernah dapat merasakan manis serta indahnya keberkahan ilmu. Tanpa adab yang memadai, proses pembelajaran hanya akan menjadi transfer informasi formalitas tanpa memberi dampak positif pada pembentukan kepribadian siswa.

Proses penanaman adab diakui memerlukan waktu serta pembiasaan yang jauh lebih lama dibandingkan sekadar transfer teori di dalam kelas. Jika penguasaan materi pelajaran dapat dicapai dalam waktu singkat, maka pembentukan karakter dan adab membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, serta konsistensi yang panjang. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam sistem pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan SD IT Izzatul Ummah Baturaja.

Pentingnya durasi dan kesungguhan dalam mempelajari adab ini digambarkan secara jelas melalui petikan perkataan ulama salaf, Sufyan Ats-Tsauri. Beliau mengungkapkan pengalaman para ulama masa lalu yang meluangkan waktu selama 20 tahun untuk mempelajari adab, sementara masa untuk mempelajari ilmu pengetahuan dilakukan selama 10 tahun. Hal ini menunjukkan betapa dominannya kedudukan akhlak dan etika dalam tradisi keilmuan Islam.

Dampak dari penerapannya sangat terasa dalam lingkungan belajar, di mana kesabaran siswa dalam menuntut ilmu lahir langsung dari adab yang terjaga. Selain itu, kehormatan ilmu pengetahuan dapat senantiasa terpelihara dengan baik ketika pemiliknya memiliki etika yang luhur. Pada akhirnya, ilmu yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara hanya akan terpancar dan tersebar secara luas berkat landasan adab yang kuat.

Melalui imbauan ini, SD IT Izzatul Ummah Baturaja mengajak seluruh lapisan masyarakat dan keluarga besar sekolah untuk bahu-membahu membangun adab sebelum menuntut ilmu. Langkah nyata ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mandiri dan beriman tangguh. Hal ini sejalan dengan motto utama lembaga pendidikan tersebut, yaitu Beriman, Mandiri, dan Cerdas.

Terkini