Baturaja, Humas Rubaraja – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan, Yulius Sahruzah, menggelar kunjungan kerja resmi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja pada Senin (31/8/2026). Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aspek operasional, pengawasan keamanan, hingga standar pelayanan publik berjalan optimal sesuai dengan regulasi yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Kedatangan rombongan Kakanwil beserta jajaran pejabat tinggi instansi tersebut disambut hangat oleh Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady. Dalam penyambutan tersebut, Karutan didampingi secara lengkap oleh seluruh pejabat struktural serta jajaran pegawai Rutan Baturaja yang siap menerima pengarahan serta evaluasi kerja langsung dari pimpinan wilayah.
Agenda peninjauan diawali dengan inspeksi mendalam terhadap kondisi fisik bangunan dan infrastruktur di Rutan Baturaja. Yulius Sahruzah secara cermat memantau progres pembangunan tembok luar rutan yang dirancang sebagai benteng pertahanan utama untuk memperkuat sistem pengamanan serta mengantisipasi potensi celah kerawanan dari luar area.
Tidak berhenti pada infrastruktur luar, Kakanwil melanjutkan penelusuran ke area dalam dengan menyisir secara langsung blok-blok hunian para warga binaan. Fokus peninjauan meliputi tingkat kebersihan dan sanitasi lingkungan, kelayakan sarana dan prasarana yang tersedia, hingga kepatuhan personel terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan yang berlaku ketat.
Di sela-sela langkah peninjauannya, Yulius menyempatkan diri untuk berinteraksi dan berdialog secara humanistis dengan sejumlah warga binaan pemasyarakatan. Pendekatan langsung ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dari bawah, mendengarkan berbagai keluhan, serta memastikan bahwa hak-hak dasar warga binaan tetap terpenuhi dengan layak selama menjalani masa pidana.
Berdasarkan hasil pengamatannya di lapangan, Kakanwil memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Rutan Baturaja untuk selalu memegang teguh integritas dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap segala potensi gangguan keamanan dan ketertiban agar situasi di dalam rutan tetap kondusif.
Selain fokus pada aspek pengamanan, Yulius juga memberikan dorongan inovatif terkait optimalisasi lingkungan rutan melalui program kemandirian. Beliau menginstruksikan pemanfaatan lahan kosong di sekitar rutan untuk ditanami berbagai jenis sayur-sayuran, yang hasilnya dapat dimanfaatkan kembali secara langsung untuk mendukung kebutuhan bahan pangan para warga binaan.
Melalui rangkaian peninjauan dan arahan komprehensif ini, kunjungan kerja Kakanwil Ditjenpas Sumsel diharapkan mampu mempererat sinergi internal di Rutan Baturaja. Momentum ini sekaligus menjadi pendorong utama dalam meningkatkan mutu pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya profesional dan akuntabel, tetapi juga bernuansa lebih humanis di wilayah Sumatera Selatan.