Gegerkan Warga Suka Pindah, Seorang Petani Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruang Tengah Rumah

September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T09:28:28Z

BATURAJA — Warga Dusun IV Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak digemparkan oleh peristiwa tragis pada Senin (7/9/2026) dini hari. Seorang pria setempat ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumahnya sendiri. Penemuan ini langsung memicu rasa duka mendalam bagi keluarga serta menggegerkan lingkungan permukiman warga setempat.

Korban diketahui beridentitas Dedi, seorang pria berusia 39 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau pekebun. Korban tercatat sebagai warga menetap di RT/Dusun IV Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, OKU. Peristiwa memilukan tersebut sontak mengejutkan kerabat dan para tetangga yang tidak menyangka korban akan mengakhiri hidupnya dengan cara sedemikian rupa.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban sendiri, Nurlaila (61), yang bermula sekitar pukul 00.30 WIB ketika informasi atas kejadian tersebut mulai menyebar. Berdasarkan kronologi kejadian, sekitar pukul 00.00 WIB, Nurlaila baru saja pulang dari tempat keluarganya dan mengetuk pintu rumah sembari memanggil nama korban agar dibukakan pintu dari dalam.

Korban saat itu masih merespons dengan baik dan langsung membukakan pintu untuk sang ibu. Tanpa menaruh curiga sedikit pun atas gerak-gerik sang anak, Nurlaila yang merasa lelah usai bepergian langsung melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat dan tidur. Namun situasi tenang tersebut berubah menjadi kepanikan luar biasa beberapa jam kemudian.

Sekira pukul 05.00 WIB, Nurlaila terbangun dari tidurnya dengan niat untuk menunaikan ibadah salat Subuh. Begitu membuka pintu kamar dan berjalan menuju luar, sang ibu mendapati pemandangan yang menyayat hati di ruang tengah rumahnya. Ia melihat anak kandungnya sudah dalam keadaan membujur gantung diri dengan leher terlilit tali rafia yang terikat kuat.

Kondisi fisik korban saat ditemukan menunjukkan tanda-tanda khas gantung diri, di mana tubuh korban tergantung dengan posisi lidah menjulur serta mengeluarkan air liur dari mulutnya. Sontak melihat kondisi memprihatinkan sang buah hati, Nurlaila langsung berteriak histeris meminta pertolongan hingga suara tangisnya memecah kesunyian pagi di kawasan permukiman tersebut.

Mendengar teriakan histeris dari rumah korban, para tetangga sekitar yang bermukim di Dusun IV segera berlarian mendatangi lokasi kejadian. Di antara warga yang datang memberikan pertolongan adalah Sipriansah (52) seorang wiraswasta dan Asroni (54) yang merupakan tetangga dekat korban. Melihat situasi genting tersebut, warga berinisiatif untuk tidak merusak TKP dan segera menghubungi pihak kepolisian Polsek Peninjauan agar kejadian ini dapat ditindaklanjuti secara hukum.

Menyikapi laporan resmi dari warga, personel Polsek Peninjauan segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa tali rafia, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, korban diduga kuat meninggal dunia akibat gantung diri. Hingga saat ini kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait motif di balik aksi nekat korban.

Terkini