Ratusan Jemaah di Lubuk Raja Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T16:25:40Z
BATURAJA – Menghadapi dampak musim kemarau panjang yang memicu fenomena kekeringan serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), masyarakat Kecamatan Lubuk Raja bersama aparat pemerintah dan tokoh agama menggelar ibadah shalat sunnah Istisqa secara berjamaah. Kegiatan keagamaan yang ditujukan untuk memohon petunjuk dan turunnya rahmat hujan dari Allah SWT ini dilaksanakan pada Sabtu pagi, 5 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Acara dipusatkan di halaman lapangan Yayasan Pondok Pesantren Luqmanul Hakim (PPLH) Batumarta, Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Pelaksanaan shalat sunnah Istisqa ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual bersama dalam merespons kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten OKU. Musim kemarau terik yang telah berlangsung kurang lebih selama tiga bulan berturut-turut telah mengakibatkan krisis air bersih di permukiman warga serta memicu munculnya sejumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, seluruh komponen masyarakat merasa perlu mengetuk pintu langit melalui doa dan sujud bersama agar cobaan kekeringan ini dapat segera berakhir.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Lubuk Raja, pejabat daerah, serta para tokoh lintas sektoral di Kabupaten OKU. Di antaranya hadir Camat Lubuk Raja, Ogan Amril, S.STP., M.Si., Kapolres OKU yang diwakili oleh AKP Jumadi, serta Kapolsek Lubuk Raja, IPTU Hartomi, S.IP., beserta personel Polsek Lubuk Raja. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menegaskan komitmen dan kepedulian bersama terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh kemarau panjang.

Selain unsur pimpinan jajaran kepolisian dan pemerintah kecamatan, jajaran tokoh agama dan instansi pelayanan masyarakat juga turut menyatukan barisan. Hadir langsung dalam shalat Istisqa tersebut Ketua MUI Kabupaten OKU, Ustadz KH. Rokhmat Subeki, S.Ag., M.Si., Pimpinan Ponpes Luqmanul Hakim, M. Ibnu Muhajirin, Kepala Desa Marta Jaya, Taufik, serta perwakilan Kepala Puskesmas, Suwono. Hadir pula perwakilan dari KUA Lubuk Raja, Juharmono, beserta sejumlah Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) se-Kecamatan Lubuk Raja.
Ibadah shalat sunnah Istisqa dipimpin langsung oleh Ustadz H.M. Liswan, S.Ag. yang bertindak sebagai Imam sekaligus penyampai pesan-pesan keagamaan. Sebanyak kurang lebih 250 jemaah yang terdiri dari para santriwan, santriwati Ponpes Luqmanul Hakim, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar tampak memenuhi area lapangan. Rangkaian shalat dan doa bersama berlangsung sangat khusyuk, di mana para jemaah dengan penuh kerendahan hati memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar segera mengaruniakan hujan yang membawa berkah dan kesegaran bagi tanaman serta sumber air warga.

Guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, kepolisian setempat menerjunkan personel pengamanan di sekitar lokasi acara. Kapolsek Lubuk Raja, IPTU Hartomi, S.IP., menginstruksikan langsung anggotanya untuk melaksanakan Pengamanan Terbuka (PAM Terbuka) di area lapangan dan akses jalan utama. Pengamanan ketat ini dilakukan demi memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi ratusan jemaah yang sedang beribadah.
​Di saat yang bersamaan, Unit Intelkam Polsek Lubuk Raja juga dikerahkan untuk melakukan Pengamanan Tertutup (PAM Tertutup) serta kegiatan monitoring dan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) di sekitar kawasan Pondok Pesantren Luqmanul Hakim. Langkah antisipatif dan kewaspadaan ini diambil guna memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga secara menyeluruh selama giat berlangsung dari awal hingga akhir.

Keseluruhan rangkaian giat shalat sunnah Istisqa berakhir pada pukul 09.00 WIB dengan suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Melalui pelaksanaan ibadah bersama ini, masyarakat Kecamatan Lubuk Raja berharap doa yang dipanjatkan dapat diijabah, sehingga hujan segera turun membasahi bumi Ogan Komering Ulu untuk memadamkan potensi titik api serta memulihkan kebutuhan air bersih warga.

Terkini