Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Semidang Aji Gelar Tanam Jagung 2 Hektar di Desa Seleman

September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T11:19:30Z

SEMIDANG AJI, OKU – Polsek Semidang Aji Jajaran Polres Ogan Komering Ulu (OKU) terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman jagung secara serentak di atas lahan seluas dua hektar yang bertempat di wilayah Desa Seleman, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU.

Siapa saja yang terlibat dalam aksi ini?
Kegiatan kolaboratif tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Semidang Aji, IPTU Meyke Krisdian Hasri, S.H. Kehadiran Kapolsek didampingi oleh sejumlah personel jajaran, di antaranya Kanit Intelkam AIPDA Rafial Hariadi serta Bhabinkamtibmas AIPDA Rudi Gunawan. Tak hanya dari unsur kepolisian, kegiatan penanaman modal pangan ini juga dihadiri langsung oleh Kasi Pemerintahan Desa Seleman, Alfikri, beserta jajaran Perangkat Desa Seleman yang turut bergotong royong di lokasi.

Kapan dan di mana kegiatan berlangsung?
Aksi penanaman jagung massal ini dilaksanakan pada Senin sore, 28 September 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh jajaran kepolisian bersama pemerintah desa dan warga setempat telah berkumpul di lokasi perkebunan Desa Seleman sejak pukul 13.00 WIB untuk memulai proses pengerjaan penanaman bibit jagung secara bersama-sama.
Apa tujuan utama dari penanaman jagung ini?
Program penanaman jagung di atas lahan 2 hektar ini bertujuan utama untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Langkah ini diproyeksikan dapat mewujudkan program swasembada pangan pemerintah sekaligus menggenjot volume produksi komoditas jagung secara signifikan, khususnya di wilayah Kecamatan Semidang Aji dan sekitarnya.

Mengapa program ini menjadi prioritas Kepolisian?
Selain mendukung program pemerintah, kegiatan penanaman jagung ini merupakan bagian integral dari implementasi program Kapolri dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pangan masyarakat. Melalui program ini, Polri berupaya memperpendek rantai distribusi komoditas pangan dari tingkat produsen langsung ke sektor industri penyerap.

Bagaimana dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat lokal?
Pendekatan integratif ini membawa dampak konkret bagi rantai pasok lokal. Bagi para petani, program ini memberikan kepastian harga pasar saat panen tiba. Di sisi lain, sektor industri mendapatkan jaminan pasokan bahan baku secara stabil, sementara masyarakat umum diuntungkan dengan harga komoditas jagung yang tetap terjangkau dan stabil di pasaran.
Bagaimana skema penyaluran hasil panen nantinya?
Mengenai skema pemasarannya, hasil panen dari lahan seluas 2 hektar di Desa Seleman ini tidak akan menumpuk di pasar lokal. Seluruh hasil produksi jagung tersebut nantinya akan diserap secara langsung oleh berbagai perusahaan dan industri skala besar yang telah bekerja sama, sehingga sistem pemasaran petani terjamin dari hilir ke hulu.

Bagaimana situasi akhir dari seluruh rangkaian acara?
Rangkaian kegiatan penanaman jagung yang berlangsung selama satu jam tersebut resmi berakhir pada pukul 14.00 WIB. Hingga seluruh rangkaian acara usai, situasi di lokasi penanaman terpantau dalam keadaan sangat aman, tertib, lancar, dan kondusif berkat sinergi yang baik antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

Terkini