Pemerintah Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Lengkiti, pertemuan ini diselenggarakan untuk mematangkan agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merumuskan strategi penanganan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta melestarikan lingkungan. Sinergi antarinstansi dinilai sangat krusial agar pelaksanaan perayaan kemerdekaan dapat berjalan secara kondusif dan tertib, sementara potensi ancaman bencana asap akibat karhutla dapat ditekan sejak dini secara maksimal.
Kegiatan krusial ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kunci di tingkat kecamatan. Tampak hadir Camat Lengkiti Eldaniati, SSTP., MM., Kapolsek Lengkiti Iptu Jauhari Effendy, S.I.Kom., serta Babinsa Koramil Simpang Serka Supriyadi yang hadir mewakili Danramil Simpang. Selain unsur pimpinan daerah, rakor tersebut juga menghadirkan Kepala KUA Kecamatan Lengkiti Efendi, S.Ag., Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Lengkayap Saiful Anwar, SKM., MKM., Koordinator Lapangan Damkar Kecamatan Lengkiti Handika Lova, hingga seluruh kepala desa se-Kecamatan Lengkiti.
Rangkaian acara diawali dengan penyampaian sambutan pembuka dari Camat Lengkiti, kemudian dilanjutkan dengan arahan serta paparan dari Kapolsek Lengkiti, perwakilan Koramil Simpang, Tim Damkar, hingga perwakilan kepala desa. Pertemuan berlangsung interaktif ketika memasuki sesi tanya jawab yang mengupas berbagai kendala lapangan dan isu-isu strategis di wilayah Kecamatan Lengkiti.
Salah satu poin penting yang disepakati dalam rapat tersebut adalah perihal teknis perayaan HUT ke-81 RI. Forum menyepakati bahwa Kecamatan Lengkiti tidak mengadakan upacara pengibaran bendera di tingkat kecamatan. Kendati demikian, guna menjaga kekhidmatan dan kesemarakannya, pemerintah desa dan warga diimbau aktif memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, serta berbagai atribut peringatan kemerdekaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Di samping urusan peringatan kemerdekaan, fokus utama rakor ditujukan pada aksi nyata pencegahan karhutla. Para kepala desa bersama jajaran perangkat desa menyatakan kesiapan penuh untuk mengencangkan sosialisasi secara masif mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya masing-masing.
Mewakili Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., Kapolsek Lengkiti Iptu Jauhari Effendy menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada aparat kepolisian atau TNI semata. Menurutnya, edukasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif warga merupakan kunci utama agar masyarakat sadar akan dampak fatal karhutla terhadap kesehatan, ekosistem lingkungan, dan roda perekonomian.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sistem deteksi dini dan komunikasi antarinstansi. Apabila ditemukan indikasi atau potensi titik api di lapangan, seluruh pihak diharapkan segera melakukan tindakan antisipasi cepat dan berkoordinasi secara terpadu demi terciptanya Kecamatan Lengkiti yang aman, kondusif, dan bebas dari bencana karhutla.