Dari Balik Jeruji Jadi Ahli Tani: WBP Rutan Baturaja Panen Puluhan Kilogram Melon Segar!

Juli 29, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T01:33:43Z
BATURAJA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menorehkan prestasi nyata dalam menjalankan fungsi pembinaan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Keberhasilan tersebut dibuktikan secara langsung melalui pelaksanaan kegiatan panen raya buah melon segar yang memanfaatkan fasilitas Green House di area dalam Rutan pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan panen raya ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, yang turun ke lapangan untuk memetik buah hasil jerih payah para warga binaan. Turut hadir mendampingi dalam momen bersejarah tersebut, yakni Kepala Subseksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan beserta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) guna memastikan seluruh prosesi berjalan aman dan lancar.

Pada momentum panen kali ini, Rutan Baturaja mencatatkan hasil budidaya yang sangat memuaskan dengan total bobot melon mencapai 67 kilogram. Buah-buah melon yang dipetik terlihat tumbuh sangat subur, segar, dan memiliki kualitas fisik yang prima, membuktikan bahwa perawatan tanaman di dalam lingkungan rutan dilakukan secara tekun dan terukur.
Keberhasilan memanen puluhan kilogram melon ini menjadi bukti konkrit efektivitas program pembinaan kemandirian yang terus digalakkan oleh pimpinan dan jajaran petugas Rutan Baturaja. Fasilitas Green House yang dibangun di area rutan berhasil dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana laboratorium pertanian modern bagi para warga binaan untuk mempraktikkan teori budidaya tanaman holtikultura.

Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran staf pembinaan serta seluruh warga binaan yang terlibat aktif sejak awal masa tanam. Ia menegaskan bahwa program perkebunan ini dirancang bukan sekadar untuk menghasilkan bahan pangan, melainkan sebagai wadah pembekalan keahlian dan wirausaha agribisnis yang sangat krusial bagi masa depan warga binaan.
Proses budidaya buah melon di dalam Green House ini dilakukan melalui pendampingan teknis secara bertahap, mulai dari penyiapan media tanam, pemeliharaan suhu ruangan, penyiraman, hingga pemupukan berkala. Melalui rangkaian proses pemeliharaan tanaman yang panjang tersebut, para warga binaan diasah secara bertahap untuk membangun mentalitas kedisiplinan, melatih kesabaran, serta memupuk rasa tanggung jawab atas tugas yang diamanahkan.

Lebih lanjut, keberhasilan panen raya ini semakin memperkuat komitmen manajemen Rutan Baturaja untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan produktif di sekitar area tahanan. Rutan Baturaja berencana untuk terus mengembangkan varietas tanaman agribisnis lainnya agar cakupan pembinaan kemandirian berbasis pertanian ini dapat melibatkan lebih banyak warga binaan di masa mendatang.

Melalui bekal keterampilan teknis budidaya pertanian modern yang telah dikuasai selama masa pidana, para warga binaan diharapkan memiliki rasa percaya diri dan kesiapan mandiri saat kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan praktis ini diharapkan dapat menjadi modal wirausaha yang bermanfaat agar mereka mampu berdaya secara ekonomi dan tidak lagi mengulangi kesalahan di masa lalu.

Terkini