Tak Hanya Jaga Keamanan, Anggota Polres OKU Keliling Masjid Sampaikan Khutbah Persatuan

April 19, 2026 WIB Last Updated 2026-04-19T11:31:02Z

BATURAJA – Sosok polisi humanis kini tengah menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Aiptu Hadi Suhendra, seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polres OKU, menunjukkan dedikasi luar biasa dengan rutin berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya. Bukan sekadar menjalankan kewajiban ibadah, Aiptu Hadi hadir untuk menjalankan peran ganda sebagai khatib sekaligus imam sholat Jumat, sebuah langkah konkret dalam mendekatkan institusi Polri dengan hati masyarakat.

Kegiatan spiritual ini dilaksanakan secara konsisten setiap hari Jumat di berbagai wilayah hukum Polres OKU, termasuk pada Jumat terakhir (17/4/2026). Di hadapan ratusan jamaah, Aiptu Hadi tampil di atas mimbar dengan penuh khidmat. Ia memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan religius yang dikolaborasikan dengan imbauan nyata mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap sosok polisi. Aiptu Hadi menjelaskan di Mapolres OKU bahwa melalui khutbah, ia ingin membangun jembatan komunikasi yang lebih luwes. Beliau menekankan bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab tunggal kepolisian, melainkan hasil kolaborasi kolektif antara aparat dan warga demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan jauh dari tindak kriminalitas.

Dalam setiap ceramahnya, Aiptu Hadi tidak hanya mengupas nilai-nilai keislaman secara tekstual, tetapi juga mengaitkannya dengan konteks sosial terkini. Beliau mengajak jamaah untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa serta waspada terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar mereka. Menurutnya, masjid adalah tempat yang sangat strategis untuk mengedukasi masyarakat secara moral sekaligus memberikan wawasan tentang pencegahan kejahatan secara persuasif.

Pendekatan religius ini pun membuahkan hasil positif dan sambutan hangat dari berbagai lapisan warga. H. Nazarudin, salah seorang tokoh agama setempat, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran polisi di atas mimbar. Beliau menilai bahwa langkah ini merupakan sinergi yang sangat efektif antara kepolisian dan umat Islam, di mana warga merasa lebih nyaman untuk berdialog, menyampaikan aspirasi, serta melaporkan keluhan terkait keamanan lingkungan secara langsung.

​Di sisi lain, keberhasilan Aiptu Hadi tidak lepas dari dukungan penuh pimpinannya. Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.Ik, M.Ap, yang didampingi Kapolsek Semidang Aji, Iptu Meyke Krisdian Hasri, SH, secara terbuka mengapresiasi inovasi anggotanya tersebut. Kapolres menilai bahwa metode "jemput bola" melalui pendekatan keagamaan adalah bentuk nyata dari program polisi humanis yang harus terus dikembangkan.

AKBP Endro Aribowo menambahkan bahwa melalui khutbah Jumat, pesan-pesan formal kepolisian dapat diserap dengan lebih mudah dan diterima dengan tangan terbuka oleh jamaah. Hal ini dianggap sebagai strategi komunikasi massa yang efektif untuk meredam potensi konflik dan memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap Polri. Inisiatif Aiptu Hadi dipandang sebagai teladan yang patut ditiru oleh anggota kepolisian lainnya di seluruh penjuru daerah.

Sebagai penutup, Aiptu Hadi berharap program ini dapat menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis di wilayah OKU. Beliau menegaskan kembali komitmennya untuk terus konsisten berdakwah sambil menjalankan tugas negara, sehingga citra polisi sebagai mitra sejati masyarakat benar-benar terwujud secara nyata, bukan sekadar slogan semata. Hubungan yang erat antara ulama, umaro (pemimpin), dan masyarakat diharapkan menjadi kunci

Terkini